Pemprov Sulbar Launching DESTANA, Perkuat Ketangguhan Warga Desa Hadapi Bencana

  • 01 Jul 2026 12:42 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Majene- Dalam upaya memperkuat kapasitas masyarakat desa menghadapi berbagai ancaman bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat meluncurkan Program Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Berbasis Kolaborasi.

Program tersebut diluncurkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, di Rumah Makan Dapur Mandar, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, pada Selasa, 30 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Junda Maulana menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh Pemprov Sulbar atas inovasi DESTANA Berbasis Kolaborasi. Menurutnya, program tersebut meurapakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana dari tingkat desa.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mendukung penuh implementasi program tersebut sebagai salah satu strategi memperkuat ketahanan masyarakat dari tingkat desa,” kata Junda.

Program tersebut, merupakan langkah antisipatih mengingat Sulawesi Barat merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, mulai dari gempa bumi, banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem hingga potensi tsunami. Oleh karena itu, upaya pengurangan risiko bencana harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah mengatakan bahwa peluncuran DESTANA Berbasis Kolaborasi merupakan implementasi proyek perubahan yang bertujuan membangun ketangguhan masyarakat dari tingkat desa melalui pendekatan pentahelix, yakni melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat.

"Program DESTANA Berbasis Kolaborasi merupakan wujud nyata arahan Bapak Gubernur Sulawesi Barat agar upaya pengurangan risiko bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat. Desa merupakan garda terdepan dalam menghadapi bencana sehingga penguatan kapasitas masyarakat desa menjadi prioritas dalam mewujudkan Sulawesi Barat yang tangguh terhadap bencana," ujar Yasir Fattah.

Melalui Program tersebut, Pemprov Sulbar berharap kapasitas masyarakat desa dalam menghadapi dan mengurangi risiko bencana semakin meningkat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....