Kemenkum Sulbar Kolaborasi dengan Meta Indonesia, Kuatkan Humas Digital

  • 25 Jun 2026 12:11 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju – Kemenkum Sulbar ikuti bimtek bersama Meta Indonesia untuk perkuat kehumasan. Fokus strategi konten WhatsApp, Instagram, Facebook & AI, Kamis 25 Juni 2026.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat Saefur Rochim tegaskan peran kehumasan makin strategis di era digital. Tujuannya bangun komunikasi publik efektif, transparan, dan terpercaya. Pengelola humas dituntut adaptif ke teknologi informasi agar program dan kebijakan pemerintah menjangkau masyarakat luas dan tepat sasaran.

"Kehumasan saat ini tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah. Karena itu, peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang kehumasan harus terus dilakukan agar mampu menjawab tantangan komunikasi digital yang semakin dinamis," ujar Saefur Rochim.

Wujud komitmen itu, jajaran Kanwil Kemenkum Sulbar ikuti Bimbingan Teknis Kehumasan Kementerian Hukum RI bersama Meta Indonesia. Kegiatan virtual via Zoom Meeting, Kamis 25 Juni 2026.

Bimtek diselenggarakan Kemenkum RI kerja sama Meta Indonesia. Tujuannya naikkan kapasitas pengelola humas manfaatkan teknologi digital dan medsos sebagai sarana komunikasi publik efektif. Sekaligus perkuat strategi sebarluasan informasi pemerintah yang kredibel, cepat, mudah diakses.

Narasumber tekankan medsos jadi instrumen utama komunikasi publik pemerintah. Jadi kemampuan pengelola humas penting agar informasi dikelola profesional, responsif, sesuai pola konsumsi informasi masyarakat

Perwakilan Meta Indonesia paparkan ekosistem platform: Facebook, Instagram, Threads, Messenger, WhatsApp. Tiap platform punya karakter pengguna beda, jadi strategi komunikasi harus disesuaikan target audiens dan tujuan informasi.

Meta juga jelaskan perkembangan AI atau Artificial Intelligence. Sekarang AI jadi bagian sistem rekomendasi konten medsos. Jangkauan konten tak lagi cuma dari jumlah followers, tapi ditentukan relevansi, kualitas informasi, dan tingkat interaksi.

Peserta dapat pemahaman pentingnya perencanaan konten lewat pendekatan *What, Where, and When*: tentukan pesan utama, pilih platform paling sesuai, dan tetapkan waktu publikasi tepat. Strategi ini dinilai tingkatkan efektivitas komunikasi dan perluas jangkauan ke masyarakat.

Narasumber ingatkan konsistensi produksi konten berkualitas jadi faktor utama naikkan performa akun medsos. Pengelola juga diminta hindari praktik manipulatif yang turunkan kredibilitas akun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....