Damkar Mamuju Soroti Rendahnya Kesadaran Sekolah soal Mitigasi Kebakaran

  • 24 Jun 2026 12:15 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Mamuju mengungkapkan masih minimnya sekolah yang menjalin kerja sama dalam program edukasi dan mitigasi kebakaran. Padahal, pembekalan sejak usia dini dinilai penting untuk menekan risiko kecelakaan akibat api yang kerap berawal dari kelalaian.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Mamuju, Randy Noertady Tasdir, mengatakan edukasi kepada siswa taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD) difokuskan pada pencegahan serta langkah penyelamatan diri, bukan pada teknik pemadaman kebakaran.

Menurutnya, anak-anak pada usia tersebut masih membutuhkan pendampingan sehingga materi yang diberikan lebih menekankan bahaya bermain api dan tindakan yang harus dilakukan ketika menemukan sumber kebakaran.

“Untuk TK dan SD, kami ajarkan bagaimana berhati-hati bermain api. Sejak kecil mereka harus memahami bahwa api bisa sangat berbahaya. Jika melihat kebakaran, yang pertama dilakukan adalah melapor kepada guru, orang tua, atau orang dewasa di sekitarnya,” kata Randy, saat menjadi narasumber di dialog Pro 2 RRI Mamuju, Rabu, 24 juni 2026.

Ia menegaskan, siswa usia dini tidak dibekali keterampilan memadamkan api karena hal tersebut berisiko tinggi. Sebaliknya, mereka diarahkan untuk mengenali tanda bahaya dan segera mencari bantuan dari pihak yang lebih kompeten.

Program edukasi kebencanaan yang dijalankan Damkar Mamuju selama ini mendapat respons positif dari sejumlah sekolah. Beberapa institusi pendidikan bahkan secara rutin mengundang petugas Damkar setiap tahun untuk memberikan pelatihan dan simulasi kebakaran kepada para siswa.

Tak hanya edukasi, sejumlah sekolah juga meminta bantuan Damkar untuk melakukan pemeriksaan terhadap alat pemadam api ringan (APAR) dan sarana keselamatan lainnya guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat.

Namun demikian, Randy mengakui jumlah sekolah yang aktif menjalin kerja sama masih jauh dari harapan.

“Ada beberapa sekolah yang hampir setiap tahun bekerja sama dengan kami, baik datang langsung ke kantor maupun kami yang turun ke sekolah. Bahkan ada yang meminta pengecekan alat pemadam kebakaran. Tetapi secara keseluruhan, jumlah sekolah yang menjalin kerja sama masih sangat minim,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Damkar Mamuju mengingat edukasi mitigasi bencana di lingkungan sekolah merupakan salah satu langkah strategis untuk membangun budaya keselamatan sejak dini. Dengan meningkatnya partisipasi sekolah, diharapkan kesadaran terhadap bahaya kebakaran dan kemampuan merespons keadaan darurat dapat tumbuh lebih kuat di kalangan pelajar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....