Sumbang 41% PDRB, Petani Sulbar Sulit dapatkan Lahan akibat Hutan Lindung

  • 15 Jun 2026 14:04 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Barat, Abdul Rahim, menegaskan bahwa sektor pertanian dan perkebunan berkontribusi sebesar 41% terhadap (Produk Domestik Regional Bruto) PDRB daerah. Namun, kawasan hutan lindung yang masih menjadi problem serius membuat petani sulit mendapatkan lahan, bahkan rumah di pinggir hutan tidak bisa disertifikatkan.

Ia mendorong Pemprov Sulbar segera merapikan data dari tingkat bawah untuk diusulkan ke pemerintah pusat agar sebagian kawasan hutan lindung yang memenuhi syarat dapat dikeluarkan.

"Bahkan kontribusi PDRB Sulawesi Barat menempatkan sektor pertanian dan perkebunan di angka 41%. Itu artinya, di mana hutan lindung masih menjadi problem serius, itu membuat petani kita tidak berkecukupan untuk mendapatkan lahan," ujar Abdul Rahim, Minggu 14 Juni 2026.

Ia menjelaskan, lahan yang dikelola petani selama ini dari turun-temurun, namun statusnya masih masuk kawasan hutan lindung.

Menurutnya, jika sebagian kawasan yang memenuhi syarat dapat dikeluarkan dari status hutan lindung melalui usulan pemerintah daerah kepada pemerintah pusat, maka kondisi ekonomi masyarakat berpotensi meningkat.

"Kalau itu bisa dikelola karena pemerintah menginisiasi ke pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan untuk dikeluarkan sebagian yang memenuhi syarat, maka saya yakin masyarakat Sulawesi Barat akan mengalami perbaikan taraf hidup," katanya.

Abdul Rahim menyoroti problem serius lainnya, yakni rumah warga yang berada di pinggir hutan lindung tidak dapat disertifikatkan.

"Sekarang problem, lahan di pinggir rumahnya saja, bahkan rumahnya saja tidak bisa disertifikatkan karena masuk hutan lindung. Ini problem," tegasnya.

Ia menilai, pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan dan DPR RI saat ini sedang berupaya mengeluarkan desa-desa yang masuk dalam kawasan hutan lindung.

Dengan demikian harapnya, pemerintah provinsi perlu melakukan langkah serius guna meningkatkan kesejahteraan warga yang bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....