Dermaga Sabakkatan Ditarget Realisasi Paling Lambat 2028
- 10 Jun 2026 19:36 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menargetkan pengembangan dermaga di wilayah Sabakkatan rampung paling lambat pada 2028 untuk memperbaiki akses transportasi laut masyarakat setempat.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Perhuhungan Daerah Sulawesi Barat, Maddareski Salatin, menjelaskan saat ini kapal masih harus berlabuh di luar area karena dermaga yang ada terlalu kecil.
Menurutnya, kondisi itu menyulitkan warga, sebab bongkar muat penumpang dan barang harus memakai kapal kecil sebagai perantara dari kapal utama ke daratan.
“Masyarakat sudah protes karena berlabuh di luar, karena dermaganya kan kecil jadi tidak mampu dia merapat,” kata Maddareski saat diwawancarai di kantornya, Senin, 8 Juni 2026.
Ia menyebut, usulan peningkatan dermaga Sabakkatan sudah disampaikan ke kementerian terkait dan mendapat respons dengan batas waktu realisasi konstruksi maksimal hingga tahun 2028.
“Kita sudah usulkan, kemudian responnya dari pusat paling lambat 2028, karena selama ini kapal harus pakai kapal kecil dulu,” ujarnya, menegaskan pentingnya percepatan pembangunan dermaga.
Maddareski menuturkan, desain dermaga yang direncanakan akan menyerupai fasilitas di beberapa pulau lain, sehingga kapal berukuran lebih besar dapat merapat langsung tanpa perantara.
Ia berharap pembangunan dermaga Sabakatan dapat memperlancar mobilitas warga, menekan biaya angkut, dan membuka peluang ekonomi baru berbasis konektivitas laut di kawasan pesisir Sulawesi Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....