Angka Pengangguran Sulbar Turun, Disnaker : Didorong Intervensi Pemerintah
- 08 Jun 2026 14:14 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Angka pengangguran di Sulawesi Barat menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sulawesi Barat menilai capaian tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan masyarakat dalam menciptakan peluang kerja secara mandiri, tetapi juga didorong oleh berbagai program intervensi pemerintah.
Pengantar Kerja Ahli Pertama Disnaker Sulawesi Barat, Muhammad Idham Al-Amin, mengatakan terdapat dua faktor utama yang berkontribusi terhadap penurunan tingkat pengangguran, yakni faktor organik dari masyarakat dan kebijakan pemerintah yang berorientasi pada penciptaan serta peningkatan kualitas tenaga kerja.
“Kami melihat bahwa penurunan angka pengangguran ini mungkin terjadi karena dua faktor terbesar, yaitu secara organik maupun dari intervensi pemerintah,” kata Idham, saat menjadi salah satu narasumber di dialog interaktif RRI Mamuju, Senin, 8 Juni 2026.
| Baca juga: Polda Sulbar Petakan Titik Rawan Kecelakaan |
Menurutnya, salah satu intervensi pemerintah yang berkontribusi terhadap penurunan pengangguran adalah program padat karya yang dijalankan secara berkelanjutan dalam lima tahun terakhir melalui kerja sama pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.
Meski bersifat sementara, program tersebut dinilai mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas melalui pembangunan sarana dan prasarana yang mendukung aktivitas ekonomi warga.
“Walaupun secara tidak langsung memperkerjakan orang-orang dalam waktu tertentu, tetapi setelah program padat karya ini berjalan ada peningkatan sarana dan prasarana infrastruktur yang juga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Selain program padat karya, Disnaker juga menyoroti program pemagangan sebagai salah satu instrumen penting dalam menekan angka pengangguran. Program yang didanai melalui dana dekonsentrasi pemerintah pusat tersebut berlangsung sejak 2020 hingga 2024 dan dikelola pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten.
Idham menjelaskan, setiap tahun Sulawesi Barat memperoleh kuota peserta magang yang cukup besar dan mampu menghasilkan penyerapan tenaga kerja yang signifikan.
“Secara data dan statistik, setiap tahun memang terjadi penyerapan tenaga kerja yang cukup banyak dari program pemagangan tersebut,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah juga menjalankan program pelatihan berbasis kompetensi guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar lebih siap bersaing di dunia kerja. Setelah mengikuti pelatihan, peserta tidak hanya didorong untuk bekerja di perusahaan, tetapi juga difasilitasi untuk membuka usaha secara mandiri.
“Ketika mereka sudah diberikan pelatihan, kita coba bantu fasilitasi mereka untuk bekerja maupun melakukan kegiatan berusaha,” ungkapnya.
Disnaker Sulawesi Barat menilai kombinasi antara meningkatnya kemandirian masyarakat dan berbagai program pemerintah menjadi faktor utama yang mendorong penurunan tingkat pengangguran di daerah tersebut. Ke depan, penguatan pelatihan kompetensi, pemagangan, serta program penciptaan lapangan kerja diyakini tetap menjadi strategi penting dalam menjaga tren positif ketenagakerjaan di Sulawesi Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....