Komisi IV DPRD Sulbar Soroti Tingginya Dominasi Pekerja Sektor Informal di Sulbar

  • 04 Jun 2026 15:37 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju- Meskipun tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Sulawesi Barat mengalami penurunan, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Abdul Rahim, menyoroti tingginya jumlah masyarakat Sulawesi Barat yang bekerja di sektor informal.

Hal tersebut diungkapkan dalam wawancaranya usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Barat yang digelar di Ruang Komisi IV DPRD Sulawesi Barat, Rabu, 3 Juni 2026.

Ia menjelaskan, Berdasarkan data dari BPS menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan. Namun demikian, ia menilai bahwa realitas di lapangan masih menunjukkan bahwa angka pengangguran di Sulawesi Barat masih dalam taraf yang mengkhawatirkan.

"Dalam RDP terkonfirmasi bahwa memang tingkat pengangguran terbuka kita itu mengalami penurunan dari sisi data statistik. Tetapi memang kita tidak bisa juga tutup mata, tutup telinga, tutup hati, bahwa ada realitas sosial, angka pengangguran kita ini masih sangat mengkhawatirkan," ujarnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa, dari 800 ribu penduduk yang masuk dalam kategori bekerja di Sulawesi Barat, sekitar 71,77 persen di antaranya merupakan pekerja sektor informal.

"Terbaca juga dari BPS bahwa ternyata angka partisipasi kategori bekerja itu, dari total 800 ribu lebih yang kategori bekerja itu, ada 71,77 persen, itu dari sektor informal," jelasnya.

Abdul Rahim menilai, tingginya jumlah pekerja di sektor informal menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang bekerja pada sektor yang rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi.

"Mereka yang bekerja di sektor yang sangat rentan, hari ini mereka bisa bekerja, besok sudah berhenti," pungkasnya.

Temuan tersebut menjadi perhatian Komisi IV DPRD Sulawesi Barat dalam mendorong peningkatan kualitas lapangan kerja bagi masyarakat Sulawesi Barat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....