Infiltrasi Ideologi Asing Ancam Pancasila Lewat Media Sosial
- 01 Jun 2026 16:21 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sulawesi Barat memperingatkan adanya ancaman infiltrasi ideologi yang bertentangan dengan Pancasila melalui ruang digital dan media sosial.
Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Sulbar, Rakhmat, menyatakan arus informasi yang sangat cepat menjadi celah masuknya paham-paham asing. Ancaman ini menargetkan masyarakat khususnya generasi muda yang aktif di dunia digital.
"Di era globalisasi, arus informasi yang sangat cepat ini kita harus betul-betul memberikan penguatan ideologi Pancasila kepada masyarakat khususnya para generasi muda," ujar Rakhmat dalam Dialog Halo Sulbar, Senin, 1 Juni 2026.
Kekhawatiran terbesar adalah infiltrasi ideologi yang bertentangan dengan ideologi negara melalui ruang-ruang digital yang sulit terkontrol. Media sosial menjadi sarana penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme kepada target sasaran.
"Melalui ruang-ruang digital itulah bagaimana caranya kita memberikan antisipasi terhadap infiltrasi ideologi. Kita harus memberikan literasi digital kepada masyarakat," tambah Rakhmat menekankan pentingnya kewaspadaan digital.
Kesbangpol mengimbau masyarakat untuk tidak langsung menyebarkan informasi yang diterima melalui media sosial tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu. Literasi digital dan kemampuan memilah informasi menjadi benteng utama menghadapi serangan ideologi asing.
Momentum Hari Lahir Pancasila dijadikan pengingat untuk memperkuat ketahanan ideologi masyarakat di tengah derasnya arus informasi global dan perkembangan teknologi digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....