Kejurprov Tenis Meja Sulbar Dihelat, Jadi Ajang Seleksi Pra-PON

  • 01 Jun 2026 14:15 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Pengurus Provinsi PTMSI Sulawesi Barat menyiapkan Kejuaraan Provinsi dan Kejuaraan Pelajar tenis meja pada akhir 2026 sebagai ajang seleksi Pra-PON.

Wakil Ketua Umum I Pengprov PB PTMSI Sulbar, Andi Ihsan Saleh Djaya Manggabarani, menjelaskan kejuaraan itu akan melibatkan atlet dari enam kabupaten di Sulbar, dengan kategori usia pelajar hingga bebas umur. Turnamen tersebut dirancang menjadi pintu masuk utama penentuan atlet yang akan mewakili Sulbar di Pra-PON.

Ia menyebut masing-masing kabupaten akan diminta mengirimkan lima atlet putra dan lima atlet putri, dengan kombinasi kelas bebas umur dan U-21.

“Di situ akan melahirkan atlet-atlet yang kita saring dan akan diteskan untuk persiapan Pra-PON nanti,” ujarnya dalam Dialog Halo Sulbar di RRI Mamuju, Jumat, 29 Mei 2026.

Menurutnya, Kejurprov dan Kejuaraan Pelajar ini menjadi bagian penting dari peta jalan pembinaan tenis meja Sulbar lima tahun ke depan. Ia menegaskan, pengurus baru PTMSI Sulbar tidak ingin kejuaraan hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menjadi instrumen seleksi berbasis prestasi.

Selain level pelajar dan senior, PTMSI juga berencana menyertakan nomor veteran untuk meramaikan kejuaraan dan menjaga antusiasme komunitas pingpong di Sulbar.

“Kejurprov ini harus kita desain bukan hanya mengejar juara, tetapi juga menghidupkan pembinaan dari usia dini sampai veteran,” kata Andi Ihsan.

Ia mengakui keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan, namun optimistis kolaborasi dengan KONI, pemerintah daerah, dan sponsor akan membuat kejuaraan tetap terlaksana. PTMSI Sulbar berharap, dukungan itu sejalan dengan tingginya minat masyarakat terhadap tenis meja yang selama ini tumbuh dari desa hingga perkantoran.

Andi Ihsan menambahkan, target minimal Sulbar di Pra-PON mendatang adalah memperbaiki peringkat dibandingkan edisi sebelumnya. Dengan adanya Kejurprov dan Kejuaraan Pelajar sebagai seleksi resmi, ia yakin proses pembinaan dan pemantauan performa atlet bisa dilakukan lebih terukur dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....