Karhutla di Mercusuar Sumare Hanguskan Sekira 20 Hektare Lahan
- 29 Mei 2026 12:59 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melanda kawasan sekitar Mercusuar di Desa Sumare, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat hingga pukul 02.00 dinihari, Jumat, 29 Mei 2026.
Peristiwa tersebut menghanguskan lahan seluas sekitar 10 hingga 20 hektare dan sempat mendekati area permukiman warga.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamuju, Muh. Taslim Sukirno, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 20.00 WITA. Setelah menerima informasi, tim gabungan dari BPBD Mamuju, Pemadam Kebakaran Mamuju, serta personel Manggala langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan.
“Kondisi karhutla pada malam ini memang kami menerima laporan jam 8 malam. Setelah kami, BPBD Mamuju, Damkar Mamuju, dan teman-teman Manggala turun di tempat kejadian, ternyata ada beberapa titik yang kami temukan, ada sekitar 8 sampai 10 titik tempat kebakaran. Kalau kisaran luasan hektare itu saya kira 10 sampai 20 hektare yang terbakar,”jelasTaslim, saat diwawancara di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan, upaya pemadaman difokuskan pada titik api yang berada paling dekat dengan permukiman warga guna mencegah kebakaran meluas dan mengancam keselamatan masyarakat.
“Sampai saat ini, jam 2 malam ini, saya kira kebakaran yang paling terdekat di permukiman itu kami standby untuk mengantisipasi. Sampai jam 2 ini sudah padam,” tambahnya.
Meski api berhasil dipadamkan, petugas masih melakukan pemantauan di lokasi guna mengantisipasi potensi munculnya titik api baru akibat kondisi lahan yang kering.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina KAPAK Sulbar (Komunitas Pencinta Alam dan Lingkungan Sulawesi Barat), Elvis Muslatif, mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian kawasan hutan sebagai bagian dari ekosistem yang menopang kehidupan berbagai makhluk hidup.
“Hutan sebagai rumah dari berbagai macam flora dan fauna yang hidup di dalamnya adalah sebuah ekosistem penting bagi keberlangsungan semua makhluk termasuk kita manusia. Jadi, tetaplah bijak dalam berkegiatan dan terus mengupayakan agar rumah ini bisa terus terjaga dan berjalan sesuai dengan yang semestinya,” katanya.
Elvis menegaskan, kebakaran hutan merupakan ancaman serius yang dapat merusak keseimbangan lingkungan dan membahayakan kehidupan. Karena itu, ia mengimbau masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari tindakan yang berpotensi memicu kebakaran.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran terbuka, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan minim curah hujan yang meningkatkan risiko terjadinya karhutla.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....