Buka SMD Khusus GBI Sulbar, Gubernur Dorong Peran Gereja Bangun Daerah

  • 29 Mei 2026 02:21 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka menghadiri sekaligus membuka Sidang Majelis Daerah (SMD) Khusus Gereja Bethel Indonesia (GBI) Sulbar, Kamis, 28 Mei 2026.

Gubernur Sulbar menyatakan komitmennya untuk mendukung program-program GBI yang selaras dengan agenda pembangunan daerah, seperti peningkatan pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, penanganan stunting, hingga hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan.

“Ada yang terkait dengan program daerah, kita kerjasamakan. Kita support Gereja Betel untuk mengambil peran dalam membangun Provinsi Sulawesi Barat,” tutur Suhardi Duka.

Gubernur Suhardi Duka juga menegaskan, agama dan nilai-nilai spiritual sejatinya menjadi dasar lahirnya ilmu pengetahuan dan peradaban manusia. Menurutnya, banyak penelitian dan penemuan bermula dari keyakinan yang kemudian berkembang menjadi fakta ilmiah.

“Kalau kita mengkaji filsafat, sesungguhnya sains atau ilmu itu sumbernya dari landasan-landasan pemikiran spiritual. Jadi agamalah yang mendahulukan segalanya hingga terbentuk ilmu,” ujar Suhardi Duka.

Ia juga menyoroti pentingnya integritas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, seluruh pejabat di Indonesia berasal dari latar belakang agama dan bahkan disumpah berdasarkan kitab suci masing-masing sebelum menjalankan amanah jabatan.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa masih banyak persoalan bangsa yang justru dilakukan oleh oknum yang memiliki latar belakang agama.

Ia berharap seluruh umat beragama dapat menciptakan rasa keadilan, kebersamaan, dan perdamaian, serta menghindari ancaman maupun ketidaknyamanan antar sesama pemeluk agama.

Suhardi Duka juga mengapresiasi perjalanan panjang GBI di Sulbar yang menurutnya dibangun melalui perjuangan para pendeta dan pengurus gereja di berbagai daerah.

“Saya tahu bagaimana perjuangan Gereja Bethel di Kabupaten Mamuju oleh Pendeta Markus dan rekan-rekan, begitu juga di Mamasa, Mamuju Tengah hingga Pasangkayu,” katanya.

Ia menyebut, saat ini GBI telah memiliki sekira 105 hingga 107 gereja di Sulawesi Barat, yang berarti banyak umat bergantung pada pembinaan rohani dan sosial yang dilakukan gereja.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....