Diskoperindag Mamuju: Inflasi Pasca Idul Adha Tidak Signifikan
- 25 Mei 2026 18:31 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Dinas Perdagangan Kabupaten Mamuju memprediksi inflasi pasca Idul Adha 2026 tidak akan signifikan karena adanya periode libur yang mengurangi aktivitas belanja masyarakat.
Kepala Bidang Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Mamuju, Andi Tenrisaung, menilai tingginya permintaan menjelang Idul Adha memang berpotensi memicu inflasi. Namun, kondisi ini diprediksi tidak berlangsung lama karena pola konsumsi masyarakat akan menurun setelah hari raya seiring masa libur.
"Kalau saya lihat ini kan, apalagi kan habis Lebaran iya itu kan ada libur iya," ujar Andi Tenrisaung saat dihubungi via telepon, Senin, 25 Mei 2026.
Andi Tenri menjelaskan bahwa fenomena kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan merupakan pola yang wajar terjadi akibat meningkatnya permintaan pasar. Setelah periode puncak permintaan berlalu, aktivitas belanja masyarakat cenderung menurun sehingga tekanan inflasi akan mereda dengan sendirinya.
"Jadi saya rasa tidak, eh maksudnya eh, untuk belanja masyarakat itu tidak terlalu," jelasnya.
Prediksi rendahnya inflasi pasca Idul Adha juga didukung oleh stabilitas distribusi pangan yang berjalan lancar ke Kabupaten Mamuju. Pasokan kebutuhan pokok dari luar daerah dan produksi lokal yang mulai panen diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran.
Diskoperindag akan terus memantau perkembangan harga dan pola konsumsi masyarakat pasca Idul Adha untuk memastikan tidak terjadi lonjakan inflasi berlebihan. Monitoring dilakukan terhadap komoditas strategis yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat untuk mengantisipasi gejolak harga.
Andi Tenri mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kenaikan harga tidak wajar di pasaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....