Jelang Idul Adha, Minyak Goreng di Mamuju Mengalami Kenaikan dan Mulai Langka
- 25 Mei 2026 18:23 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju- Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, pasokan minyak goreng di Pasar Baru Mamuju mulai sulit didapatkan dan mengalami kenaikan harga.
Sementara itu, distribusi Minyak Kita yang dipasok oleh Bulog sempat mengalami keterlambatan pengiriman namun dipastikan segera kembali normal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat untuk hari raya.
Salah seorang pedagang di Pasar Baru Mamuju, Jamal, saat ditemui RRI Mamuju, Senin, 25 Mei 2026, mengaku kesulitan mendapatkan pasokan minyak goreng kemasan pabrik akibat terbatasnya pasokan dari distributor serta kenaikan harga di pasaran.
"Kalau minyak pabrik agak susah, dari distributor tidak ada, walaupun ada, harganya agak tinggi. Dulunya kan sekitar Rp20.000, sekarang menjadi Rp24.000," ujarnya.
Jamal juga menyebut pasokan Minyak Kita dari Bulog mengalami pengurangan kuantitas dibanding biasanya.
"Kalau minyak kita kalau dari Bulog agak berkurang, biasanya kami dipasok dengan 50 dos, sekarang cuma dipasok 10 dos dalam menjelang lebaran ini," jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Mamuju, Norin Samma, memastikan stok Minyak Kita untuk wilayah Kabupaten Mamuju masih dalam kondisi yang aman. Menurutnya, berkurangnya pasokan di tingkat pedagang bukan disebabkan kelangkaan stok, melainkan adanya keterlambatan distribusi karena prioritas penyaluran bantuan pangan.
"Sebetulnya untuk stok minyak kita terutama menjelang hari Idul Adha ini tidak ada masalah ya cukup untuk pasokan, hanya memang kemarin itu ada skala prioritas untuk bantuan pangan. Tapi seharusnya tidak berpengaruh signifikan," ujarnya.
Ia menjelaskan, keterlambatan distribusi tersebut hanya bersifat sementara dan pasokan Minyak Kita dipastikan akan segera kembali masuk ke wilayah Kabupaten Mamuju guna memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang hari raya.
"Sebenarnya bukan dibatasi tapi memang ada keterlambatan soal pengirimannya. Tapi hari ini akan masuk kembali. Jadi sudah normal harusnya besok itu H-1 sudah normal kembali," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....