Sekolah Alam di Mamuju Tengah Terapkan Bayar SPP Pakai Sampah

  • 24 Mei 2026 20:58 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju- Sekolah Alam Professor of Art Production (PAP) di Desa Barakkang, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah menghadirkan konsep pendidikan berbasis lingkungan dengan menerapkan pembayaran biaya pendidikan menggunakan sampah.

Founder Sekolah Alam PAP Mamuju Tengah, Fatmawati Arisuuddin, mengatakan PAP merupakan lembaga swadaya masyarakat yang fokus pada isu pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Ia menjelaskan, Sekolah Alam PAP memiliki sejumlah program pendidikan yang seluruhnya dapat diakses dengan menukarkan sampah, khususnya bagi anak-anak putus sekolah dan masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi.

"Ada sekolah paket, yang bayarnya pakai sampah. Jadi anak-anak putus sekolah yang mau bersekolah di Sekolah Alam PAP itu cuma butuh bayar pakai sampah," ujarnya dalam dialog interaktif di RRI Mamuju, Sabtu, 23 Mei 2026.

Selain program sekolah paket, PAP juga menyediakan program tukar sampah dengan beasiswa kuliah bagi alumni Paket C maupun siswa sekolah formal yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, namun memiliki kendala pembiayaan.

"Ada tukar sampah dengan beasiswa kuliah. Jadi kami juga memfasilitasi alumni Paket C kemudian anak-anak sekolah formal yang mau daftar kuliah tapi tidak kuat secara finansial. Sudah empat angkatan kami bantu," jelasnya.

Lebih lanjut, Fatmawati menambahkan bahwa sampah yang dikumpulkan peserta didik dimanfaatkan sebagai bahan pembangunan sekolah melalui konsep ecobrick.

Saat ini, ia menyebut bahwa bangunan Sekolah Alam PAP menggunakan sekitar 10 ribu botol plastik dan sampah sachet sebagai pengganti batu bata.

"Jadi sekolah alam itu membutuhkan sampah sachet dan botol yang dijadikan pengganti batu bata di sekolah alam kami. Sekolah alam kami itu terbuat dari 10 ribu botol Ecobrick yang pengganti batu bata di sekolah alam PAP," tutupnya.

Melalui langkah tersebut, Sekolah Alam PAP berupaya membuka akses pendidikan bagi anak putus sekolah sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan melalui pemanfaatan sampah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....