Sampah Organik Mendominasi hingga 60 Persen di Sulbar
- 12 Mei 2026 11:52 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Sampah organik berupa sisa makanan mendominasi total sampah di Sulawesi Barat hingga 60 persen. Kondisi ini membutuhkan pengolahan yang lebih serius, terutama dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berpotensi menambah volume sampah organik.
Kepala Bidang PSLB3 dan PPKL Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sulbar, Alexander Bontang, saat dialog interaktif bersama RRI Mamuju, Selasa 12 Mei 2026 mengungkapkan bahwa permasalahan utama justru terletak pada sampah organik.
"Yang biasa bermasalah itu di organiknya, sisa makanan, apalagi MBG sekarang. Kalau enggak ada pengolahan, berakhir di TPA dan akan sia-sia," ujarnya
Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik, kaleng, dan besi justru memiliki nilai ekonomis sehingga lebih mudah dikelola. Alexander menyayangkan bahwa meskipun masyarakat sudah mulai memilah sampah, sistem pengangkutan yang belum terpisah membuat upaya pemilahan menjadi percuma.
"Tempat sampah terpilah harusnya ada yang organik dan anorganik. Setelah masyarakat memilah, diambil lalu digabung lagi, sama saja," jelasnya.
Untuk mengatasi hal ini, DLHK Sulbar membantu pembinaan dan penyediaan tempat sampah terpilah di tingkat masyarakat. Pemerintah berharap dengan pemilahan yang konsisten, sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau energi terbarukan, bukan sekadar berakhir di TPA.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....