Limbah Solar Nelayan Dibuang Sekitar Karampuang dapat Merusak Karang

  • 10 Mei 2026 23:34 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Limbah solar yang dibuang nelayan langsung ke laut di sekitar Pulau Karampuang, Kabupaten Mamuju, dinilai merusak terumbu karang dan bibit ikan. Praktik ini ikut memperparah penurunan kualitas ekosistem laut dan berdampak pada hasil tangkapan nelayan setempat.

Pendiri Komunitas Gemapul Karampuang Island, Sadri, mengungkapkan persoalan tersebut dalam Dialog Green Radio RRI Mamuju, Sabtu 9 Mei 2026. Ia menyebut, sebagian nelayan masih membuang sisa solar dan limbah bahan bakar lainnya langsung ke perairan sekitar pulau.

“Sekarang ini ada juga masalah limbah, terutama solar, yang nelayan kadang langsung tumpahkan ke laut,” ujar Sadri menjelaskan.

Menurut Sadri, limbah solar itu mempercepat kerusakan terumbu karang dan mengganggu perkembangan bibit-bibit ikan di sekitar Karampuang. Akibatnya, nelayan yang dulunya cukup melaut di sekitar pulau, kini harus mencari ikan lebih jauh dari wilayah tangkap tradisional.

“Dulu dekat-dekat sudah bisa dapat ikan, sekarang harus makin menjauh karena kerusakan terus terjadi,” kata Sadri.

Ia mengingatkan, jika kebiasaan membuang limbah solar ke laut dibiarkan, kerusakan karang akan makin meluas dan stok ikan semakin menurun. Kondisi itu bukan hanya merugikan nelayan Karampuang, tetapi juga mengancam keberlanjutan wisata bahari yang bertumpu pada keindahan bawah laut.

Gemapul bersama sejumlah komunitas lingkungan telah melakukan edukasi kepada nelayan agar mengubah pola pembuangan limbah bahan bakar. Mereka mendorong pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan, sejalan dengan upaya konservasi dan transplantasi karang yang sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir.

Sadri berharap pemerintah daerah dan instansi terkait memberi pendampingan teknis serta regulasi tegas terkait pengelolaan limbah B3 di sektor perikanan kecil. Dengan langkah itu, perairan Karampuang diharapkan tetap sehat, karang terjaga, dan nelayan tidak lagi kehilangan sumber penghidupan akibat praktik yang merusak laut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....