Mamuju Book Party Peringati Hari Pendidikan lewat Nonton Film

  • 04 Mei 2026 13:49 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju – Komunitas Literasi Mamuju Book Party menggelar pemutaran film klasik Jepang "Twenty Four Eyes" mengajak guru dan pelajar Mamuju menatap ulang persoalan pendidikan dan kemiskinan struktural.

Film diputar komunitas Mamuju Book Party di Perpustakaan Mamuju Keren, Minggu 3 Mei 2026, dengan peserta didominasi guru dan siswa berbagai sekolah di Mamuju.

Ketua Komunitas, Hermawati, mengatakan kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama lewat medium film, bukan hanya buku, bagi masyarakat yang tertarik pada isu pendidikan.

"Filmnya sangat humanis, anti hero, dan memperlihatkan secara detail bagaimana kemiskinan yang struktural berpengaruh sangat penting pada dunia pendidikan anak-anak," ujar Hermawati, seusai pemutaran di perpustakaan.

Menurut Hermawati, pemutaran film ini sejalan dengan fokus Mamuju Book Party di bidang literasi yang tidak hanya berkutat pada perbukuan. Literasi dipandang sebagai kemampuan membaca, melihat dan menganalisis berbagai gejala sosial di sekitar, termasuk melalui medium film dan diskusi kritis bersama.

"Harapannya, Mamuju Book Party bisa menjadi wadah bagi masyarakat Mamuju, khususnya pelajar dan pemuda, untuk belajar lebih banyak lagi dan terbiasa membaca lingkungan sekitarnya," kata Hermawati, menekankan pentingnya ruang berkumpul yang menyenangkan namun tetap edukatif.

Kegiatan pemutaran film ini terbuka untuk umum dan digelar gratis sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap tontonan berkualitas. Penyelenggara mengajak pelajar, guru, serta warga yang gemar membaca, menonton film, atau ingin mulai terlibat dalam kegiatan literasi untuk hadir pada pemutaran berikutnya.

"Twenty Four Eyes" berkisah tentang seorang guru dan dua belas siswanya yang membangun hubungan emosional selama delapan belas tahun, berlatar masa Perang Dunia II di Jepang. Film ini menampilkan secara humanis bagaimana kemiskinan struktural memengaruhi akses dan masa depan pendidikan anak, tema yang juga dekat dengan realitas di Sulawesi Barat.

Melalui program rutin seperti ini, Mamuju Book Party berharap muncul kebiasaan baru di kalangan generasi muda Mamuju: tidak hanya mengonsumsi hiburan, tetapi juga mengkritisi dan merefleksikan realitas sosial melalui film, buku dan obrolan bersama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....