Mutu Pendidikan Jadi Tantangan, IGI Soroti Moralitas dan Pembentukan Karakter
- 01 Mei 2026 10:44 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Implementasi peningkatan mutu pendidikan bagi generasi penerus di Sulawesi Barat masih menghadapi sejumlah tantangan. Selain capaian akademik yang belum optimal, pembentukan karakter dan moralitas peserta didik juga menjadi perhatian serius.
Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sulawesi Barat, Sutikno, mengatakan kualitas pendidikan di daerah dapat dilihat dari dua indikator utama, yakni hasil evaluasi akademik dan perkembangan karakter siswa dalam kehidupan bermasyarakat.
“Sebagai suatu tantangan, melihat output daripada siswa kita itu ada dua hal. Yang pertama kita lihat dari ukuran-ukuran evaluasi, yang terkini itu hasil TKA, kemudian yang baru-baru dilaksanakan di SD, ke depan juga akan diterapkan di SMA-SMK,” kata Sutikno di Mamuju, Jumat, 1 Mei 2026.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data evaluasi akademik terbaru, posisi Sulawesi Barat masih berada pada peringkat bawah secara nasional.
“Dari situ kita memang melihat bahwa posisi kita di Sulbar itu masih juara tiga dari bawah. Itu dari data yang ada, dari segi angka-angka,” ujarnya.
Namun demikian, menurut Sutikno, kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik semata. Aspek moralitas dan kemampuan sosial siswa juga menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan pendidikan.
“Lebih dari itu juga dari sisi moralitas. Kalau kita lihat dari sisi moralitas, ukurannya di masyarakat, bagaimana siswa-siswa kita nanti bisa bermasyarakat, berpikir kreatif, dan memiliki kemampuan adaptasi yang baik,” katanya.
Ia menegaskan, upaya meningkatkan mutu pendidikan di Sulawesi Barat tidak bisa hanya dibebankan kepada guru maupun institusi pendidikan. Seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga, pemerintah, dan lingkungan sosial, harus terlibat aktif dalam proses pendidikan generasi muda.
“Ini memang perlu dilakukan oleh semua pihak. Tanggung jawab mendidik generasi kita, siswa-siswa kita di Sulawesi Barat ini, bukan hanya tanggung jawab guru atau institusi pendidikan, tapi tanggung jawab bersama,” ucapnya.
Sutikno berharap sinergi lintas sektor dapat memperkuat implementasi pendidikan berkualitas di Sulawesi Barat, sehingga mampu melahirkan generasi yang unggul secara akademik, kreatif, dan berkarakter.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....