Pendidikan Bermutu untuk Semua, IGI Sulbar: Fokus pada Kualitas Peserta Didik

  • 30 Apr 2026 15:02 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Menelisik pendidikan bermutu di Sulawesi Barat tidak hanya berbicara pada ketersediaan fasilitas, tetapi lebih pada kualitas hasil belajar peserta didik yang dihasilkan dari proses pendidikan itu sendiri. Pendidikan yang bermutu tercermin dari kemampuan siswa dalam berpikir kritis, beradaptasi, serta memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Di Sulawesi Barat, tantangan pemerataan akses, kualitas tenaga pendidik, hingga sarana pendukung masih menjadi pekerjaan rumah, namun upaya peningkatan terus dilakukan melalui penguatan kompetensi guru dan perbaikan sistem pembelajaran. Dengan demikian, kualitas pendidikan di daerah ini diharapkan tidak hanya merata, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang siap bersaing dan berkontribusi nyata di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan ini, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sulawesi Barat, Sutikno, menegaskan bahwa tema besa Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” perlu dipahami secara menyeluruh, terutama terkait indikator mutu pendidikan itu sendiri.

Menurutnya, langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyamakan visi dan pandangan mengenai apa yang dimaksud dengan pendidikan bermutu. Ia menjelaskan, sejumlah literatur menyebutkan bahwa ukuran utama dari pendidikan berkualitas terletak pada output atau hasil dari peserta didik.

“Pertanyaan besarnya adalah seperti apa pendidikan bermutu itu. Kita perlu satu visi bahwa ukurannya adalah kualitas siswa yang dihasilkan dari proses pendidikan,” ujarnya, saat menjadi narasumber di dialog RRI Mamuju, Kamis, 30 April 2026.

Ia menambahkan, kualitas pendidikan tidak semata ditentukan oleh kemegahan sarana dan prasarana, seperti gedung sekolah. Meski demikian, aspek kenyamanan tetap penting sebagai penunjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Bukan soal gedung yang mewah, tetapi bagaimana proses itu mampu melahirkan manusia yang bermutu,” katanya.

Senada dengan itu, Kepala Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (KGTK) Sulawesi Barat, Murdianto, yang hadir melalui sambungan virtual, juga menekankan bahwa mutu pendidikan diukur dari hasil yang diperoleh peserta didik setelah menjalani proses belajar.

Menurutnya, pengalaman belajar yang diterima siswa selama bertahun-tahun harus mampu memberikan bekal nyata ketika mereka terjun ke masyarakat.

“Mutu pendidikan diukur dari output. Setelah siswa menjalani proses belajar, apa hasil dan pengalaman yang mereka peroleh, terutama sebagai bekal di dunia nyata,” jelas Murdianto.

Ia berharap, seluruh pemangku kepentingan pendidikan dapat berfokus pada peningkatan kualitas hasil belajar, sehingga pendidikan benar-benar memberikan manfaat luas bagi peserta didik dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....