Risiko Karhutla di Musim Kemarau Meningkat, Masyarakat perlu Waspada

  • 27 Apr 2026 11:58 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi Sulawesi Barat mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang cenderung meningkat saat musim kemarau.

Kabid Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan Damkar Provinsi Sulawesi Barat, Andi Juandi, mengatakan bahwa kondisi cuaca kering membuat potensi kebakaran semakin tinggi, bahkan dari sumber api yang kecil sekalipun.

“Karhutla sangat berpotensi terjadi di musim kemarau. Api kecil saja bisa menjadi besar dan membahayakan serta menimbulkan dampak yang luas,” ujarnya, saat menjadi narasumber di dialog interaktif RRI Mamuju, Senin, 27 April 2026.

Ia menjelaskan, dampak yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.

“Yang paling pertama tentu kerusakan alam atau lingkungan. Kemudian asap yang ditimbulkan bisa mengganggu kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, karhutla juga berpotensi menghambat aktivitas warga, terutama di wilayah yang terdampak langsung oleh kebakaran. Asap tebal dan kondisi lingkungan yang terganggu dapat menurunkan produktivitas hingga memicu gangguan sosial di tengah masyarakat.

“Dampak lainnya, aktivitas masyarakat bisa terhambat dan menimbulkan keresahan, khususnya bagi warga di sekitar lokasi kebakaran,” tambahnya.

Damkar Sulbar pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah musim kemarau, serta lebih berhati-hati terhadap potensi munculnya api di lingkungan sekitar.

Upaya pencegahan dinilai menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko karhutla, sekaligus meminimalisir dampak yang ditimbulkan bagi lingkungan dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....