BPBD Sulbar: Hampir Seluruh Wilayah Rawan Karhutla, Kesiapsiagaan Jadi Kunci

  • 27 Apr 2026 11:49 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat mengingatkan masyarakat akan tingginya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Hampir seluruh kabupaten di Sulbar disebut memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi terhadap bencana tersebut.

Fungsional Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Provinsi Sulawesi Barat Inaldy L.S. Si'lang mengungkapkan bahwa potensi karhutla di daerah ini memang nyata, mengingat kondisi geografis dan karakteristik alam yang rentan terhadap kebakaran.

“Untuk potensi karhutla di Sulawesi Barat, sebenarnya potensi itu ada. Karena beberapa wilayah kita memang memiliki kondisi alam yang rentan untuk terjadinya kebakaran,” ujarnya, saat menjadi salah satu narasumber di dialog interaktif RRI Mamuju, Senin, 27 April 2026.

Ia menjelaskan, sejumlah titik rawan bahkan telah teridentifikasi berdasarkan kejadian pada tahun-tahun sebelumnya. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kabupaten Polewali Mandar.

“Khususnya di Polewali Mandar, ada beberapa spot yang tahun-tahun kemarin sudah kami pantau dan memang pernah mengalami kebakaran,” katanya.

Selain itu, potensi serupa juga terdapat di wilayah Kabupaten Mamuju, Majene, Pasangkayu, Mamuju Tengah, hingga Mamasa. Kondisi ini menunjukkan bahwa hampir seluruh wilayah di Sulawesi Barat memiliki risiko karhutla.

“Jadi memang hampir semua wilayah kita di Sulawesi Barat ini sangat rentan untuk terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” lanjutnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa risiko tersebut dapat diminimalkan melalui kesiapsiagaan sejak dini dan kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan aktif masyarakat.

Menurutnya, salah satu tantangan yang dihadapi adalah masih adanya kebiasaan sebagian masyarakat yang menginginkan cara instan tanpa mempertimbangkan dampak dan risiko yang ditimbulkan, seperti membuka lahan dengan cara dibakar.

“Ketika kita mampu melakukan kesiapsiagaan awal dengan berkolaborasi semua stakeholder, khususnya dengan masyarakat, maka risiko itu bisa ditekan. Namun masyarakat kadang masih ingin yang instan tanpa memikirkan dampaknya,” jelasnya.

BPBD Sulbar pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di musim kemarau. Upaya pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan penanganan saat bencana telah terjadi.

Dengan meningkatnya kewaspadaan dan kerja sama semua pihak, diharapkan potensi karhutla di Sulawesi Barat dapat ditekan dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....