Pemprov Sulbar Perkuat Posyandul Turunkan Angka Stunting

  • 07 Apr 2026 08:32 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju -Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana menegaskan bahwa posyandu memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di tingkat dusun. Hal ini mengingat Sulawesi Barat saat ini masih menghadapi tantangan serius terkait stunting dengan angka yang tergolong tinggi, yakni sekitar 35 persen.

“Posyandu ini adalah ujung tombak pelayanan kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat. Karena berada di level paling bawah, maka langsung menyasar kelompok sasaran,” ujar Junda Maulana usai menjadi narasumber pada kegiatan pembinaan dan peningkatan kapasitas pengelolaan posyandu di era baru dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), Senin, 6 April 2026.

Menurutnya Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam rangka mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Kalau kita tidak mampu menekan stunting, maka kita berisiko mengalami lost generation. Ini tentu akan menghambat pencapaian Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Junda menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor utama penyebab stunting yang perlu menjadi perhatian bersama. Pertama, pernikahan usia dini yang berisiko terhadap kesehatan reproduksi dan kesiapan mental. Kedua, asupan gizi yang belum seimbang.

“Kita harus memastikan masyarakat tidak hanya makan untuk kenyang, tetapi juga memperhatikan kandungan gizi, seperti konsumsi sayur, biji-bijian, dan pola hidup sehat,” jelas Junda Maulana.

Faktor ketiga adalah kondisi lingkungan, termasuk sanitasi dan akses air bersih. Ia menekankan pentingnya perilaku hidup bersih untuk mencegah penyakit yang berkontribusi pada stunting.

Lebih lanjut Junda juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektor dalam penanganan stunting. Ia berharap,sektor kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan sosial dapat berjalan secara terpadu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....