Efisiensi Energi, Nelayan Sulbar Tetap Melaut

  • 06 Apr 2026 12:05 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju- Kebijakan efisiensi energi yang dipengaruhi situasi geopolitik global turut berdampak pada ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan di Sulawesi Barat. Meski demikian, aktivitas melaut masih tetap berjalan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulbar, Safaruddin Sanusi, saat ditemui RRI Mamuju di kantornya, Senin, 6 April 2026, mengatakan pembatasan BBM tidak hanya terjadi di Sulawesi Barat, tetapi juga di sejumlah daerah lain. Kondisi tersebut turut mempengaruhi kebutuhan bahan bakar, baik pada sektor transportasi darat maupun laut.

"Jangankan di Sulawesi Barat, di daerah-daerah yang berproduksi minyak saja, itu kadang-kadang terkendala. Bukan hanya sekedar yang ada di PPI, BBM-nya yang kurang untuk nelayan, tapi yang di darat pun juga kendaraan mobil juga kurang, termasuk solar," ujarnya.

Safaruddin menjelaskan, meskipun terdapat keterbatasan pasokan, nelayan di Sulawesi Barat masih dapat melakukan aktivitas melaut. Hal tersebut menandakan bahwa pasokan BBM bagi nelayan, masih dalam kondisi yang aman.

"Jadi itu memang kalau terjadi kelangkaan minyak untuk nelayan itu, ya itu sudah pasti. Tapi Alhamdulillah nelayan saat sekarang ini masih berlayar walaupun masih dalam keadaan terbatas," tambahnya.

Ia berharap kondisi geopolitik global dapat segera membaik sehingga distribusi energi kembali normal dan potensi kenaikan harga ikan akibat keterbatasan BBM dapat dihindari.

"Kita berharap situasi ini segera berakhir sehingga distribusi BBM bisa pulih kembali dan nelayan bisa beraktivitas seperti biasa," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....