Bawang Merah Jadi Salah Satu Pemicu Inflasi di Sejumlah Daerah

  • 01 Apr 2026 16:27 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju— Bawang merah disebut sebagai salah satu komoditas pemicu inflasi di beberapa kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat, menyusul pergerakan harga yang belum sepenuhnya terkendali.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Sulbar, Masriadi Nadi Atjo, menjelaskan harga bawang merah di lapangan cenderung tidak seragam, ada daerah yang mengalami kenaikan dan ada pula yang mulai turun.

“Bawang merah ini tidak semua daerah naik, ada kabupaten yang turun, tapi di beberapa tempat masih menjadi persoalan karena harganya tinggi,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Selasa, 31 Maret 2026.

Menurutnya, ketidakmerataan harga tersebut berpotensi mendorong inflasi di daerah tertentu, terutama ketika pasokan terbatas atau distribusi tidak lancar dari sentra produksi menuju pasar-pasar di kabupaten.

“Kalau di satu wilayah pasokan bawang merah tersendat, sementara permintaan tetap, itu bisa langsung berpengaruh pada angka inflasi di daerah tersebut,” tambah Masriadi.

Ia menegaskan, dinas terkait terus memantau perkembangan harga bawang merah dan komoditas lain yang masuk kelompok bergejolak, serta menyiapkan langkah antisipasi bersama pemerintah kabupaten jika diperlukan intervensi.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar bijak dalam berbelanja dan tidak panik menghadapi kenaikan harga sesaat, karena kepanikan membeli justru dapat memicu lonjakan harga yang lebih tinggi di tingkat pedagang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....