BMKG: IOD Netral, Ini Artinya bagi Cuaca Sulbar 2026

  • 30 Mar 2026 17:41 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - BMKG menyatakan kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini berada dalam fase netral dengan nilai DMI +0,4 dan diprakirakan bertahan hingga pertengahan 2026, sehingga belum berdampak signifikan terhadap curah hujan Sulawesi Barat.

Pernyataan ini disampaikan Prakirawan Meteorologi Pertama BMKG Mamuju, Anggie Prabowo, pada Senin, 30 Maret 2026, di Kantor BMKG Mamuju, bersamaan dengan pemaparan kondisi iklim global terkini yang memengaruhi wilayah Sulawesi Barat.

"Untuk IOD-nya itu juga memiliki fase netral, jadi nilai DMI-nya itu sekitar plus 0,4 dan ini juga akan terus bertahan hingga di pertengahan 2026," ujar Anggie.

IOD merupakan fenomena iklim di Samudra Hindia yang mengukur perbedaan suhu permukaan laut antara perairan barat dan timur samudra tersebut, dan memiliki pengaruh langsung terhadap pola curah hujan Indonesia.

Fase netral IOD berarti tidak ada dorongan tambahan yang memperkuat maupun memperlemah curah hujan secara signifikan di wilayah Sulawesi Barat dalam waktu dekat.

"Berdasarkan pantauan dari BMKG terkait monitoring prediksi ENSO dan juga IOD, untuk saat ini kondisi ENSO itu masih menunjukkan ENSO netral dan diperkirakan akan bertransisi menuju La Niña lemah di semester ke-2 tahun 2026," tambah Anggie.

Meski IOD masih netral, BMKG mengingatkan bahwa hampir 85 persen wilayah Sulbar tetap diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal sepanjang 2026 akibat faktor iklim lokal dan regional lainnya.

Masyarakat Sulbar diimbau terus mengikuti pembaruan informasi iklim dari BMKG, terutama memasuki periode transisi musim kemarau yang diprakirakan berlangsung mulai pertengahan tahun ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....