Perang Iran Ancam Dana Transfer Pusat ke Sulbar Ikut Terpangkas

  • 23 Mar 2026 08:16 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Dana transfer pemerintah pusat ke Sulawesi Barat berpotensi berkurang menyusul ketidakpastian ekonomi global yang dipicu konflik bersenjata di Iran, yang diperkirakan berdampak pada keuangan negara.

Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka mengungkapkan kekhawatiran itu dalam wawancara dengan media saat Open House Gubernur di Rumah Jabatan Gubernur Sulbar, Mamuju, Minggu, 22 Maret 2026.

"Apalagi dalam menghadapi perang Iran ini, kita sudah estimasi bahwa akan sulit menambah, bahkan bisa saja terjadi kemungkinan pengurangan lagi," ujar Suhardi Duka.

Proyeksi penurunan dana transfer itu memperburuk kondisi fiskal daerah yang sudah tertekan oleh aturan batas maksimal belanja pegawai 30 persen dari APBD mulai 2027.

"Transfer dari pusat tidak kita harapkan untuk bertambah. Satu-satunya jalan adalah meningkatkan PAD untuk menyelamatkan P3K kita," kata Suhardi Duka.

Kondisi itu mendorong Pemprov Sulbar untuk mempercepat upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah melalui rancangan peraturan daerah retribusi berpotensi lebih dari Rp100 miliar.

Nasib pegawai P3K di seluruh Sulawesi Barat menjadi yang paling rentan terdampak jika sumber pendapatan daerah tidak segera diperkuat dalam waktu dekat.

Gubernur memastikan pemerintah provinsi bersama enam kabupaten terus mencari solusi bersama demi menjaga stabilitas keuangan daerah di tengah tekanan global yang tidak menentu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....