Nahdlatul Ulama Sulbar Prediksikan Idulfitri Jatuh pada 21 Maret

  • 18 Mar 2026 15:35 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju- Lembaga Falakiah Nahdlatul Ulama Indonesia Wilayah Sulawesi Barat, memprediksi Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada 21 Maret 2026, Hal ini disanpaikan berdasarkan hasil hisab yang mengacu pada kriteria Mabims (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang telah disepakati.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Lembaga Falakiah Nahdlatul Ulama Indonesia Wilayah Sulawesi Barat, Hakim Sy Nira, dalam Dialog Interaktif RRI Mamuju, Rabu, 18 Maret 2026.

Ia menjelaskan, berdasarkan data hisab yang dirilis oleh Kementerian Agama dan BMKG, posisi hilal pada 19 Maret belum memenuhi salah satu syarat kriteria MABIMS. Titik hilal tertinggi di wilayah Aceh belum memenuhi syarat elongasi yang ditetapkan Mabims yaitu 6,4 derajat saat matahari terbenam.

"Posisi hilal di seluruh Indonesia di tanggal 19 besok yang paling terendah itu ada di Merauke yang berada pada titik lebih dari 0 derajat, kemudian yang tertinggi itu ada di Aceh, tapi dari data yang ada, itu ada satu syarat mabims yang belum terpenuhi, yaitu elongasi 6,4. Itu belum terpenuhi di sana, dari seluruh wilayah yang ada," ujarnya.

Ia menambahkan, Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Falakiah mendorong pemerintah untuk tetap konsisten terhadap kriteria Mabims yang telah disepakati bersama, yakni tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

"Nahdlatul Ulama lewat lembaga Falakiah menyampaikan kepada pemerintah lewat Kementerian Agama untuk istiqomah dan konsisten terhadap apa yang sudah disepakati selama ini melalui kesepakatan kriteria Mabims yang ada yaitu tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4. Nah kalau kita sudah sepakati ya harus dilaksanakan, " jelasnya.

Dengan demikian, penetapan Idul Fitri tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan diumumkan pemerintah, dengan mempertimbangkan hasil rukyat dan hisab yang ada.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....