Antisipasi Campak, Dinkes Sulbar Lakukan Penyelidikan di Pasangkayu

  • 07 Mar 2026 21:30 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Pasangkayu- Sebagai bentuk kewaspadaan atas meningkatnya temuan penyakit campak di berbagai daerah, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan penemuan kasus dan identifikasi faktor risiko melalui penyelidikan epidemiologi di Kabupaten Pasangkayu.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 4 Maret hingga 6 Maret 2026.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, Nursyamsi Rahim, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari kewaspadaan pemerintah dalam mengantisipasi potensi munculnya kasus penyakit yang dapat disebabkan oleh rendahnya cakupan imunisasi.

"Kegiatan tersebut bukan sekadar kegiatan monitoring administratif, melainkan juga forum strategis untuk menyamakan persepsi, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta mengantisipasi potensi munculnya kasus PD3I akibat rendahnya cakupan imunisasi," ujarnya.

Nursyamsi juga menegaskan bahwa penyakit campak memiliki tingkat penularan yang tinggi, sehingga memerlukan kewaspadaan dan penanganan cepat dari berbagai pihak terkait.

"Campak merupakan penyakit yang sangat menular, sehingga membutuhkan kewaspadaan tinggi serta respons cepat dari seluruh jajaran tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan di daerah," tegasnya.

Selain itu, Dinas Kesehatan Sulbar juga mengimbau masyarakat untuk melengkapi imunisasi anak di posyandu atau puskesmas terdekat, dikarenakan imunisasi merupakan cara paling efektif dalam mencegah penularan penyakit campak.

Melalui kegiatan ini, diharapkan koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten semakin kuat, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....