Pemanfaatan Cold Storage Nelayan di Desa Sumare Masih Hadapi Tantangan

  • 05 Mar 2026 11:40 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju- Penggunaan fasilitas cold storage bagi nelayan di Desa Sumare, Kabupaten Mamuju, masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait ketersediaan stok ikan dan biaya penitipan oleh nelayan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Barat, Safaruddin Sanusi, dalam wawancaranya, Selasa 3 Maret 2026.

Ia menjelaskan, di Desa Sumare telah tersedia fasilitas pendukung seperti pabrik es dan satu unit cold storage dengan kapasitas enam ton. Namun, pemanfaatannya belum maksimal karena keterbatasan stok ikan yang dapat disimpan.

"Di Desa Sumare itu ada pabrik es, ada cold storage ada satu itu kapasitas 6 ton, kendalanya itu memang karena belum ada ikan yang untuk disimpan," ujarnya.

Ia menambahkan, dari sisi pelaku usaha, penggunaan cold storage dinilai belum sepenuhnya efektif. Pasalnya, jika hasil tangkapan dalam jumlah besar, pengusaha cenderung memilih langsung menjual ke luar daerah dibanding menyimpan ikan karena mempertimbangkan biaya penitipan.

"Kalau dari sisi pengusaha itu memang kecil. Karena kalau banyak ikan dikasih itu lebih banyak biaya penitipannya daripada kalau dibawa dijual ke luar. Jadi memang terdapat tantangan-tantangan," jelasnya.

Meski demikian, fasilitas cold storage tersebut tetap dimanfaatkan nelayan untuk penyimpanan sementara, terutama jika hasil tangkapan belum sempat dipasarkan dalam satu hingga dua hari.

"Tapi kalau sedang-sedang untuk nelayan yang mungkin belum sempat dibawa satu hari, dua hari itu, kapasitas 6 ton itu bisa digunakan," tambahnya.

Safaruddin Sanusi menegaskan, keberadaan cold storage di Desa Sumare tetap dimanfaatkan dan akan terus dioptimalkan guna mendukung penyimpanan hasil tangkap nelayan.

"Cold storage sudah dimanfaatkan dan akan tetap dimanfaatkan," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....