Anomali Cuaca Picu Kenaikan Harga Ikan di Mamuju, Pasokan Mulai Berangsur Membaik

  • 05 Mar 2026 11:24 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Harga ikan di Kabupaten Mamuju sempat mengalami kenaikan jelang awal ramadan akibat anomali cuaca yang memengaruhi aktivitas nelayan, namun dalam beberapa hari terakhir, stok dan harga mulai berangsur membaik seiring masuknya tambahan pasokan dari luar daerah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mamuju, Muhammad Akbar, mengatakan fluktuasi harga ikan terjadi karena faktor cuaca ekstrem yang membatasi aktivitas melaut.

“Sampai pada minggu kedua ini, itu (harga ikan) sangat dipengaruhi oleh anomali cuaca sehingga harganya melonjak. Tapi alhamdulillah dalam dua sampai tiga hari ini sudah menurun karena ada beberapa suplai yang masuk,” ujarnya saat menjadi narasumber di dialog RRI Mamuju, Rabu 4 Maret 2026.

Ia menjelaskan, pasokan ikan mulai berdatangan dari sejumlah daerah, seperti Ampana, Sulawesi Tengah, hingga Bulukumba, Sulawesi Selatan. Bahkan, ikan layang dan tongkol yang sebelumnya langka kini sudah tersedia di pasar.

“Fluktuasi ini karena anomali cuaca. Ikan itu hidup di laut, sementara beberapa hari angin kencang sehingga nelayan tidak bisa melaut terlalu jauh. Selain itu, karena anomali cuaca, hasil tangkapan juga tidak terlalu banyak,” katanya.

Meski demikian, Akbar memastikan kondisi ketersediaan pangan, khususnya ikan di Kabupaten Mamuju, masih dalam kondisi terkendali. Pihaknya terus memantau perkembangan harga dan distribusi agar pasokan tetap terjaga.

Sementara itu, salah seorang pedagang ikan di Pasar Regional Mamuju Nurbia mengakui stok ikan kini mulai tersedia meski belum melimpah. Ia menyebut, pada awal Ramadan hingga hari kelima, pasokan ikan sempat kosong.

“Sudah ada, kemarin tidak ada. Tapi pertama puasa sampai lima puasa itu betul-betul kosong ikan. Pernah saya sendiri menjual karena memang ada stokku sekitar tiga kuintal,” tuturnya.

Ia menambahkan, meski harga naik dan stok terbatas, masyarakat tetap membeli ikan sebagai kebutuhan utama. Menurutnya, tidak semua warga beralih ke ayam atau telur.

“Yang penting ada ikan walau sedikit tetap dibeli. Tidak seberapa begitu yang penting ada,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....