Harga Tomat dan Emas Perhiasan Dominan Dorong Inflasi Sulbar pada Februari 2026
- 03 Mar 2026 11:43 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Komoditas tomat dan emas perhiasan tercatat sebagai penyumbang dominan inflasi bulanan Sulawesi Barat pada Februari 2026 diangka 0,29 persen. Kenaikan harga tomat memberikan andil terbesar terhadap inflasi secara month to month (bulan ke bulan), seiring meningkatnya permintaan dan terbatasnya pasokan di sejumlah pasar tradisional.
Sementara itu, emas perhiasan juga memberi kontribusi signifikan, dipengaruhi tren kenaikan harga emas global yang terus merangkak naik. Kondisi ini menunjukkan bahwa inflasi Februari tidak hanya didorong oleh kelompok bahan pangan, tetapi juga komoditas nonpangan yang sensitif terhadap dinamika pasar internasional.
Kepala Badan Pusat Statisktik (BPS) Sulawesi Barat, Suri Handayani, mengatakan komoditas dengan andil terbesar terhadap inflasi bulanan tersebut adalah tomat sebesar 0,12 persen, disusul emas perhiasan 0,08 persen, ikan cakalang 0,07 persen, dan cabai rawit 0,06 persen.
“Komoditi yang dominan sebagai pendorong inflasi pada Februari 2026 adalah tomat sebesar 0,12 persen, kemudian emas perhiasan sebesar 0,08 persen, ikan cakalang 0,07 persen dan cabai rawit 0,06 persen,” ujarnya dalam rilis Berita Resmi Statistik yang serentak digelar, Senin 2 Maret 2026.
Ia menambahkan, emas perhiasan masih memberikan andil inflasi pada Februari 2026. Kenaikan tersebut dipengaruhi tren harga emas global yang terus meningkat.
“Secara global harga emas memang terus merangkak naik, bahkan saat ini sudah berada di atas Rp3 juta per gramnya,” kata Suri.
Meski demikian, terdapat sejumlah komoditas yang menahan laju inflasi pada Februari 2026. BPS mencatat bawang merah mengalami deflasi sebesar 0,08 persen, cabai merah deflasi 0,03 persen, kelapa 0,02 persen, pisang 0,01 persen, serta ikan kembung deflasi tipis 0,01 persen.
Menurut Suri, kombinasi kenaikan harga pada beberapa komoditas pangan dan emas, serta penurunan harga pada komoditas lainnya, membentuk dinamika inflasi Sulawesi Barat pada Februari 2026.
BPS Sulbar terus memantau perkembangan harga, terutama komoditas pangan strategis dan logam mulia, guna menjaga stabilitas inflasi serta daya beli masyarakat di daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....