Inflasi Februari 2026 Sulbar Lebih Rendah Awal Ramadan, BPS: Berbeda dari Biasanya
- 03 Mar 2026 11:31 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Barat mencatat perkembangan inflasi Februari 2026 di Sulawesi Barat menunjukkan pola yang berbeda dibandingkan kecenderungan musiman (seasonal) pada tahun-tahun sebelumnya.
Kepala BPS Sulawesi Barat, Suri Handayani, mengatakan Februari tahun ini bertepatan dengan masuknya bulan suci Ramadan, yang secara historis kerap diikuti kenaikan harga sejumlah komoditas.
“Inflasi Februari tahun 2026 untuk Sulawesi Barat ini ada indikasi yang sedikit berbeda dengan kebiasaan atau seasonal yang selama ini berlangsung. Seperti kita ketahui, pada bulan Februari kita memasuki bulan Ramadan,” ujarnya, saat rilis Berita Resmi Statistik serentak, Senin 2 Maret 2026.
Ia menjelaskan, secara umum bulan Ramadan identik dengan peningkatan permintaan yang mendorong kenaikan harga barang dan jasa. Bahkan pada 2025 lalu, saat memasuki Ramadan, terjadi lonjakan cukup tinggi dari deflasi 0,48 persen menjadi inflasi di atas 2 persen.
Namun pada 2026, kondisi tersebut tidak terulang. BPS mencatat inflasi bulanan (month to month/m-to-m) Februari justru lebih rendah dibandingkan inflasi mantuman Januari 2026.
“Sementara pada tahun ini, saat Februari kita memasuki bulan suci Ramadan, kita melihat bahwa inflasi mantuman justru lebih rendah daripada inflasi mantuman pada Januari 2026,” kata Suri.
Menurutnya, kondisi ini patut disyukuri karena menunjukkan stabilitas harga yang relatif terjaga di tengah momentum peningkatan konsumsi masyarakat.
“Tentu patut disyukuri, semoga inflasi yang tidak terlalu tinggi pada bulan Februari ini menandakan bahwa masyarakat dapat mengakses konsumsi di bulan suci Ramadan ini dengan keterjangkauan yang memadai,” ucapnya.
BPS Sulbar berharap stabilitas harga tetap terjaga sepanjang Ramadan hingga Idulfitri, sehingga daya beli masyarakat tetap stabil dan aktivitas ekonomi berjalan optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....