Inflasi Majene Februari 2026 Capai 0,43 Persen, Makanan dan Listrik Jadi Penyumbang
- 03 Mar 2026 10:49 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Majene - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Majene mencatat pada Februari 2026 terjadi inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,43 persen di bumi assamalewuang. Secara tahunan (year-on-year) inflasi Majene tercatat 3,88 persen, sementara inflasi tahun kalender (year-to-date) sebesar 0,58 persen.
Kepala BPS Kabupaten Majene, Dina Srikandi, menyampaikan bahwa penyumbang utama inflasi Februari 2026 secara bulanan berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,32 persen.
“Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada Februari antara lain tomat, cabai rawit, ikan cakalang, ikan layang, serta sigaret kretek tangan,” ujarnya dalam rilis Berita Resmi Statistik yang serentak digelar seluruh kantor BPS, Senin 2 Maret 2026.
Menurut Dina, kenaikan harga sejumlah komoditas pangan tersebut dipengaruhi oleh faktor pasokan dan distribusi, sehingga berdampak pada pergerakan indeks harga konsumen di Majene.
Sementara itu, secara tahunan (year-on-year), penyumbang utama inflasi Februari 2026 adalah kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga dengan andil sebesar 2,34 persen.
Adapun komoditas yang memberikan kontribusi terbesar pada kelompok ini yakni tarif listrik, upah tukang bukan mandor, batu bata, serta bahan bakar rumah tangga.
“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga masih menjadi penyumbang inflasi secara tahunan dengan andil 0,53 persen, terutama dari komoditas beras, ikan layang, dan bawang merah,” jelasnya.
BPS Majene mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus memantau perkembangan harga, khususnya komoditas pangan strategis, guna menjaga stabilitas inflasi di daerah.
Dengan capaian tersebut, BPS berharap koordinasi antara pemerintah daerah dan instansi terkait dapat terus diperkuat dalam menjaga kestabilan harga serta daya beli masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....