Kemunculan Ikan Penja di Tinambung Kian Berkurang

  • 27 Feb 2026 10:39 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Kemunculan ikan penja di perairan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, dilaporkan kian berkurang dan dikeluhkan masyarakat pesisir setempat.

Dalam dialog interaktif Halo Sulbar di RRI Mamuju, Jumat 27 Februari 2026, Dr. Muhammad Nur dari Universitas Sulawesi Barat menjelaskan sejumlah faktor dugaan penyebab. Ia menyebut pencemaran sampah di sungai serta perubahan kondisi muara sebagai salah satu gangguan utama bagi habitat dan jalur ruaya penja.

“Memang di pengarah itu banyak sampah dan mungkin juga mempengaruhi, tentunya akan mempengaruhi lalu lintas daripada si penja itu,” ujar Dr. Muhammad Nur.

Menurutnya, ikan penja yang merupakan fase larva-pascalarva ikan gobi bermigrasi dari laut ke sungai melalui muara. Pendangkalan muara sungai dan penumpukan sampah dinilai dapat menghambat pergerakan penja, sekaligus menurunkan kualitas air dan ketersediaan makanan di kawasan tersebut.

“Sehingga memang alur ruaya migrasinya ikan penja ini juga terhalang, nah mungkin itu yang terjadi di beberapa sungai kita,” jelasnya.

Selain faktor lingkungan, praktik penangkapan berlebihan dengan berbagai jenis jaring juga disebut berkontribusi terhadap penurunan jumlah penja. Larva yang seharusnya tumbuh menjadi ikan dewasa banyak tertangkap di muara, sehingga stok di sungai berkurang dan nelayan di beberapa wilayah, termasuk Tinambung, semakin jarang menemukan penja.

Dr. Muhammad Nur menekankan pentingnya pembatasan penangkapan penja serta rehabilitasi sungai dan muara melalui pengendalian sampah dan sedimentasi. Ia mendorong kajian lebih lanjut sekaligus kolaborasi pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk memulihkan habitat penja agar kelimpahannya kembali terjaga di Tinambung dan pesisir Sulawesi Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....