Sagu di Polewali Mandar Dikembangkan jadi Pangan Alternatif

  • 25 Feb 2026 10:39 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Inisiatif pengembangan sagu sebagai pangan alternatif mulai dikembangkan di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Langkah ini didorong oleh kesadaran akan keterbatasan akses masyarakat terhadap bahan pokok seperti beras, serta potensi besar sagu lokal yang selama ini terabaikan.

Owner Tabarota, Muhammad Hasbi Enha, saat berdialog bersama RRI Mamuju menjelaskan bahwa gagasan ini muncul dari keprihatinan terhadap kondisi masyarakat. Menurutnya tidak semua masyarakat mampu membeli beras.

"Tidak semua masyarakat mampu membeli beras atau mengakses bahan pokok lainnya.” Ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sagu adalah makanan yang telah dikonsumsi nenek moyang secara turun-temurun, terutama ketika bahan pokok lain sulit didapat. Menurutnya Sagu terbukti bisa menjadi alternatif pangan yang baik.

Sementara itu, Sunarsi dari lembaga Cahaya Duta Palili yang juga bergerak di Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) menambahkan bahwa pihaknya fokus pada pengolahan hasil pertanian, perikanan, dan perkebunan. Awalnya, mereka menggunakan bahan baku sagu dari luar daerah.

"Kami berpikir, bagaimana jika menggunakan produk lokal? Setelah dicoba, hasilnya ternyata lebih bagus dibanding bahan baku dari luar," ungkap Sunarsi.

Ia mengungkapkan bahwa pohon sagu di Polewali Mandar selama ini tidak dimanfaatkan masyarakat, bahkan dianggap sebagai tanaman pengganggu. Maka dari itu ia mencoba memanfaatkan pohon sagu tersebut dan bahkan menghasilkan produk yang lebih berkualitas

Pengembangan sagu lokal diharapkan dapat menjadi solusi ketahanan pangan sekaligus mengangkat potensi daerah yang selama ini terabaikan.

"Ini membuktikan bahwa bahan baku lokal tidak kalah bagus, bahkan lebih unggul dibanding produk luar," pungkas Sunarsi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....