Sulbar Bidik Kedaulatan Pangan hingga Ekspor Antar Provinsi
- 25 Feb 2026 09:54 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menyiapkan strategi penataan rantai pasok pangan dari hulu ke hilir untuk mencapai kedaulatan pangan daerah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulbar, Suyuti Marzuki, menjelaskan kekuatan pangan daerah sangat ditentukan kualitas rantai pasok, dari produksi hingga distribusi. Pemerintah menilai penguatan produksi lokal dan distribusi efisien menjadi kunci agar Sulbar tidak hanya mandiri, tetapi juga mampu menyuplai provinsi lain.
“Ketersediaan menjadi hal penting, membangun rantai pasok sangat penting, menjaga inflasi sangat penting, khususnya penyerapan dan aksesibilitas pangan berkualitas,” ujar Suyuti dalam dialog Halo Sulbar RRI Mamuju, Selasa, 24 Februari 2026.
Saat ini, pemerintah masih fokus pada pemenuhan produksi dasar sebelum masuk tahap peningkatan nilai tambah dan pengembangan rantai nilai pangan. Berbagai hambatan di tingkat produksi, seperti keterbatasan sarana dan infrastruktur, masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama lintas sektor.
“Kita belum sampai pada tahapan value chain, peningkatan nilai tambah. Kita masih bagaimana menyiapkan produksi, karena di produksi masih banyak hambatan,” katanya.
Jika produksi pangan lokal bisa dimaksimalkan, Sulbar optimistis dapat berdaulat pangan dan berperan sebagai pemasok bagi daerah lain di Indonesia. Suyuti mencontohkan posisi Sulsel yang selama ini memasok beras ke DKI Jakarta, dan menilai Sulbar memiliki potensi serupa di masa depan.
Penataan rantai pasok juga dipadukan dengan program intervensi pasar, seperti pasar murah dan bantuan pangan, untuk menahan laju inflasi komoditas pokok. Pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan lebih konsisten menanam komoditas penyumbang inflasi dan memperkuat distribusi, agar Sulbar menuju “pangan freedom” yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....