Harga Ikan Naik, Sulbar Godok Kapal Tangkap Modern
- 25 Feb 2026 09:40 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Harga ikan di Sulawesi Barat mengalami kenaikan signifikan menjelang Ramadan, dipicu cuaca buruk dan masih rendahnya modernisasi alat tangkap nelayan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulbar, Suyuti Marzuki, menyebut hampir seluruh jenis ikan mengalami kenaikan harga, sehingga berkontribusi terhadap tekanan inflasi daerah. Salah satu penyebab utama adalah skala armada tangkap yang masih kecil, dengan dominasi metode tradisional dan keterbatasan sarana melaut nelayan lokal.
“Hampir seluruh harga ikan sangat tinggi, itu disebabkan oleh faktor cuaca, bukan hanya faktor produksi yang lain,” kata Suyuti dalam dialog Halo Sulbar RRI Mamuju, Selasa, 24 Februari 2026.
Menurutnya, mekanisasi perikanan tangkap di Sulbar belum berkembang optimal, karena keterbatasan fisik dan investasi di sektor kelautan daerah. Saat ini banyak kapal nelayan berada di bawah 30 gross ton, sehingga sulit menjangkau wilayah tangkap yang lebih jauh dan tahan terhadap cuaca ekstrem.
“Perikanan tangkap harus dipacu, harapannya ada kapal modern 100–200 gross ton, informasi terakhir ada kerja sama dengan UK Inggris untuk kapal skala besar,” ujarnya.
Modernisasi armada diharapkan dapat meningkatkan volume produksi ikan, menstabilkan pasokan di pasar, dan menekan lonjakan harga yang terjadi berulang setiap tahun. Pemerintah provinsi menilai penguatan sektor perikanan merupakan bagian penting dari strategi rantai pasok pangan dan pengendalian inflasi di Sulbar.
Selain mendorong dukungan pusat untuk pengadaan kapal modern, pemerintah juga menyiapkan intervensi di hilir melalui pasar murah dan pemantauan harga ikan harian. Dengan kombinasi peningkatan produksi dan intervensi pasar, Sulbar menargetkan harga ikan lebih terjangkau bagi masyarakat selama Ramadan dan seterusnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....