Empat Kabupaten di Sulbar Bebas Temuan Penyakit Frambusia

  • 20 Feb 2026 22:36 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju- Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat mencatat capaian positif dalam pelaksanaan Program Kusta dan Frambusia Tahun 2025.

Berdasarkan data yang diperoleh dari DKPPKB Sulbar, pada Program Kusta sepanjang tahun 2025, tercatat ditemukan 199 kasus baru di seluruh kabupaten, dengan temuan terbanyak berasal dari Kabupaten Polewali Mandar sebanyak 107 kasus. Dari temuan tersebut, capaian penemuan kasus baru tanpa disabilitas mencapai 98 persen, dimana presentase tersebut melampaui target provinsi yang telah ditetapkan sebesar 86 persen.

Dari total kasus tersebut, 91 persen merupakan tipe Multibasiler (MB) atau tipe basah yang memerlukan penanganan intensif untuk mencegah kerusakan saraf dan kecacatan permanen. Sementara itu, indikator kasus kusta pada anak berada di angka 5 persen, sesuai target provinsi Sulawesi Barat.

Sementara itu, dalam penanganan Program Frambusia menunjukkan perkembangan signifikan. Sebanyak empat kabupaten berhasil meraih sertifikasi eradikasi frambusia, yaitu pengakuan resmi dari Kementerian Kesehatan RI kepada kabupaten/kota yang berhasil mengilangkan kasus baru penyakit kulit infeksius frambusia secara permanen.

Dari hasil skrining yang dilakukan di lapangan menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT) di sekolah dan desa juga menunjukkan tidak ditemukan kasus positif.

Menanggapi hal tersebut, Kepala DKPPKB Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa pencegahan dan pengendalian penyakit kusta dan frambusia merupakan upaya Pemerintah Daerah dalam menjaga kualitas hidup masyarakat serta mencegah adanya kasus disabilitas sejak dini. Menurutnya, langkah tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan produktif.

“Keberhasilan pengendalian kusta dan frambusia bukan sekadar angka statistik, tetapi tentang menjaga kualitas hidup masyarakat serta mencegah disabilitas sejak dini. Ini bagian dari strategi membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya.

DKPPKB Sulbar akan terus memperkuat pengendalian penyakit kusta dan frambusia melalui deteksi dini, edukasi masyarakat, serta peningkatan kualitas tata laksana kasus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....