Perubahan Perspektif Gender Penting di Budaya Patriarki

  • 16 Feb 2026 13:48 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Perubahan perspektif gender menjadi hal yang sangat penting di tengah budaya patriarki yang masih kuat dan mengakar di banyak daerah salah satunya d Provinsi Sulawesi Barat. Cara pandang yang lebih setara membuka ruang bagi perempuan dan laki-laki untuk memiliki pilihan hidup yang adil tanpa dibatasi oleh konstruksi sosial semata.

Dengan perubahan perspektif ini, peran gender tidak lagi dipahami sebagai kewajiban yang kaku, melainkan sebagai pilihan sadar yang dapat dijalani sesuai potensi, kemampuan, dan kehendak individu. Kesadaran tersebut menjadi langkah awal untuk menciptakan relasi yang lebih sehat, setara, dan berdaya dalam keluarga maupun masyarakat.

Salah seorang penerima Beasiswa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Wardah Akmaliah Rahmat, yang saat ini telah menjalani pendidikan magister di Universitas Gadjah Mada mengungkapkan bahwa selama menjalani, cara pandangnya terhadap peran gender mengalami banyak perubahan. Ia menilai, perubahan perspektif tersebut penting, terutama bagi perempuan yang berasal dari daerah dengan budaya patriarki yang masih kuat dan kental.

Wardah menegaskan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi, tanpa harus kehilangan hak memilih peran hidupnya. Menurutnya, perempuan tetap dapat memilih menjadi ibu rumah tangga jika itu merupakan keputusan sadar dan personal, bukan karena paksaan sosial atau budaya.

“Dan itu tidak mengurangi nilai kita sebagai perempuan,” ujarnya, saat menjadi narasumber di dialog interaktif Pengarusutamaan Gender RRI Mamuju, Senin, 16 Februari 2026.

Ia justru melihat bahwa perempuan berpendidikan memiliki bekal yang lebih kuat dalam menjalani peran domestik secara sadar, sehat, dan berdaya, baik secara emosional maupun intelektual.

Pendidikan, lanjut Wardah, memberi perempuan kemampuan berpikir kritis dalam memahami peran yang dijalani, termasuk di dalam keluarga. Dengan pendidikan, perempuan dapat mengambil keputusan yang lebih matang dan setara dalam berbagai aspek kehidupan.

Menurut Wardah, konsep gender yang ideal adalah ketika perempuan memiliki kebebasan menentukan pilihan hidupnya sendiri. Ia menekankan bahwa kesetaraan bukan tentang meniadakan peran tertentu, melainkan memastikan setiap individu memiliki ruang memilih.

“Perempuan dan laki-laki itu sama-sama memiliki kesempatan yang adil dan tidak hanya dibatasi karena jenis kelaminnya saja,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....