Nelayan Hilang, Tim SAR Perluas Hingga 50 Mil

  • 03 Feb 2026 05:26 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Majene – Upaya pencarian terhadap Muh. Rifai (32), nelayan asal Desa Onang yang dilaporkan terjatuh dari kapalnya di perairan Majene, Sulawesi Barat, kini memasuki hari kelima, Senin 2 Februari 2026.

Hingga saat ini, Tim SAR gabungan masih terus berupaya menyisir lautan demi menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Mamuju telah meningkatkan intensitas operasi dengan memperluas radius pencarian. Jika sebelumnya pencarian fokus di titik koordinat jatuhnya korban, kini area penyisiran telah mencapai 50 mil laut.

Kepala Kansar Mamuju Mahmud Afandi menjelaskan bahwa operasi hari kelima dimulai sejak pukul 07.00 WITA dengan membagi tim menjadi dua unit utama SRU 1 & SRU 2 Bertugas menyisir area yang telah ditentukan berdasarkan pergerakan arus dan angin.

Sementara  Teknis Menggunakan alutsista berupa Rigid Inflatable Boat (RIB) dan perahu karet.

Meski kondisi cuaca di lokasi terpantau cukup kondusif dengan langit cerah berawan dan kecepatan angin berkisar 1–20 km/jam pencarian hingga pukul 18.00 WITA belum membuahkan hasil.

"Hingga sore tadi, Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Operasi hari kelima resmi dihentikan sementara dengan hasil nihil," tulis laporan resmi Kansar Mamuju.

Operasi penyelamatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat dan instansi pemerintah untuk mempercepat proses evakuasi,terdiri dari  Basarnas, TNI Polri BPBD serta Masyrakat.

Selain unit di laut, tim juga menyiagakan peralatan navigasi modern, alat komunikasi, serta tim medis yang siap sedia di posko darat.

Sesuai prosedur, operasi SAR akan dilanjutkan kembali pada Selasa (3/2/2026) pukul 07.00 WITA. Fokus utama tetap pada perluasan area koordinat dan pemantauan titik-titik yang dianggap potensial berdasarkan arah arus laut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....