Rusun SMKN Rangas Diharap Berkontribusi Menekan ATS

  • 29 Jan 2026 11:32 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Rumah Susun (Rusun) yang diperuntukkan bagi siswa-siswi yang kurang mampu dan Anak Tidak Sekolah (ATS) atau anak yang sudah putus sekolah untuk dikembalikan.

Rusun yang dapat menampung sekira 120 siswa ini diresmkian langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Barat Sitti Suraidah Syhardi di UPTD SMK Negeri 1 Rangas, Kamis, 29 Januari 2026.

Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat, Sitti Suraidah Suhardi, meresmikan gedung tersebut sebagai bentuk pemulihan pascabencana gempa Januari 2021 lalu di UPTD SMKN 1 Rangas.

Sitti Suraidah Suhardi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas perhatian pemerintah pusat terhadap dunia pendidikan di Sulawesi Barat, khususnya setelah bencana gempa bumi.

“Kita mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto karena memang di balik bencana pasti selalu ada hikmah. Hikmah dari bencana gempa Januari 2021, kita terdampak dan alhamdulillah hari ini kita bisa meresmikan bangunan asrama di UPTD SMK Negeri 1 Rangas,”ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kinerja kepala sekolah bersama seluruh tenaga pendidik yang terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Sulawesi Barat. Menurutnya, keberadaan asrama diharapkan mampu menekan angka anak putus sekolah.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Rangas, Mahmud, menjelaskan bahwa pembangunan asrama atau rumah susun tersebut merupakan solusi bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang selama ini terkendala biaya dan transportasi.

“Kita harus menyiapkan hunian bagi anak-anak yang tidak mampu, anak-anak yang masih kos di sekitar lingkungan sekolah. Ini merupakan solusi terbaik, sehingga kita minta dibangunkan rumah susun yang nantinya menjadi tempat menginap siswa,” jelas Mahmud.

Ia menambahkan, asrama tersebut diprioritaskan bagi siswa miskin yang berpotensi putus sekolah serta anak-anak yang sudah putus sekolah atau ATS (Anak Tidak Sekolah) untuk dikembalikan ke bangku pendidikan.

“Banyak dari mereka putus sekolah karena tidak ada transportasi umum. Dengan adanya rumah susun ini, harapannya mereka bisa tinggal di sini dan kita bekali keterampilan sebagai bekal hidup ke depan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....