Lakalantas Sulbar Turun 16%, Luka Berat Naik 18%
- 30 Des 2025 12:17 WIB
- Mamuju
KBRN, Mamuju : Polda Sulawesi Barat mencatat penurunan kecelakaan lalu lintas 16% menjadi 1021 kasus tahun 2025, namun paradoksnya korban luka berat justru meningkat 18% menjadi 100 orang dibanding 2024, sementara korban meninggal turun 15% menjadi 114 orang.
Data press release akhir tahun Polda Sulbar menunjukkan tren menarik dalam keselamatan lalu lintas wilayah Sulawesi Barat sepanjang 2025. Penurunan jumlah kejadian tidak sejalan dengan berkurangnya tingkat keparahan cedera yang dialami korban kecelakaan secara keseluruhan.
Korban luka ringan juga mengalami penurunan 18% menjadi 1243 orang dibanding tahun sebelumnya. Paradoks ini menandakan bahwa kecelakaan yang terjadi cenderung lebih serius meskipun jumlah total kejadiannya berhasil ditekan secara signifikan oleh kepolisian.
Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta, dalam konfrensi di Aula Marrannu Polda Sulbar, Senin (29/12), menyampaikan jenis kecelakaan paling dominan adalah lakalantas tunggal sebanyak 338 kejadian atau 36 persen dari total.
“Lakalantas yang paling sering terjadi yaitu lakalantas tunggal sebanyak 338 kejadian atau 36 persen, tabrak depan-depan 211 kejadian atau 20 persen, serta tabrak depan-belakang 139 kejadian atau 14 persen,” jelasnya.
Kapolda juga menyoroti waktu puncak kecelakaan yang mayoritas terjadi siang hingga sore hari.
"Kejadian lakalantas mayoritas terjadi pada rentang pukul 12.00 siang hingga 15.00 WITA, dan 15.00 hingga 18.00 WITA,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kapolda menyampaikan sepeda motor dominasi 1235 kecelakaan, mobil 155, dan mobil barang 133 kasus. Polda Sulbar rencanakan kampanye keselamatan khusus pengendara motor.
Peningkatan luka berat akibat kecepatan dan kelalaian jam puncak. Kapolda ajak masyarakat tingkatkan kesadaran melalui edukasi persuasif dan penegakan hukum.
Reporter : Muh. Ilham
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....