Panen Dini Akibatkan Harga Minyak Nilam Terjun Bebas
- 24 Feb 2025 12:26 WIB
- Mamuju
KBRN, Majene : Harga minyak nilam di Kecamatan Malunda dan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mengalami penurunan drastis. Per 19 Februari 2025, harga minyak nilam turun menjadi Rp900.000 per kilogram dari sebelumnya Rp1.800.000.
Penurunan harga ini disebabkan oleh rendahnya kualitas minyak nilam yang gagal memenuhi standar ekspor. Dalam beberapa minggu terakhir, lebih dari 10 ton minyak nilam tidak lolos uji laboratorium sehingga tidak dapat dikirim ke pasar internasional.
Salah satu faktor utama yang menyebabkan rendahnya kualitas minyak nilam adalah panen yang dilakukan sebelum tanaman mencapai usia ideal.
Irwan, seorang petani nilam asal Patidi, Kecamatan Simboro, mengungkapkan bahwa masih banyak petani yang terburu-buru memanen nilam demi mendapatkan hasil cepat, tanpa memperhitungkan kualitas minyak yang dihasilkan.
“Banyak petani yang panen sebelum nilam cukup umur. Padahal, kalau dipanen terlalu cepat, minyaknya tidak memenuhi standar dan akhirnya harganya turun,” ujar Irwan, Senin (24 /2).
Seorang pembeli minyak nilam dari Makassar yang datang langsung ke Desa Sulai untuk menguji kualitas minyak menegaskan bahwa minyak nilam dari desa tersebut masih memenuhi standar kematangan dan keasaman. Ia pun mengingatkan para petani untuk lebih disiplin dalam menentukan waktu panen.
“Panen sebaiknya dilakukan saat tanaman berusia minimal 6,5 hingga 7 bulan agar kualitas minyak tetap terjaga. Panen kedua juga harus mengikuti standar yang sama, yakni minimal 6 hingga 7 bulan setelah pemotongan pertama,” pesannya.
Dengan menjaga waktu panen sesuai standar, petani diharapkan dapat mempertahankan kualitas minyak nilam agar tetap layak ekspor dan harga jualnya stabil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....