Ketupat, Simbol Kebersamaan di Hari Raya Idul Fitri

  • 22 Mar 2026 06:34 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Ketupat menjadi salah satu hidangan yang identik dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri. Makanan berbahan dasar beras yang dibungkus anyaman daun kelapa muda ini bukan hanya sekadar sajian pelengkap, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam bagi masyarakat.

Dalam tradisi, ketupat melambangkan kesucian dan kebersamaan. Anyaman janur yang saling terjalin menggambarkan hubungan antar manusia yang erat, sementara isi beras yang padat mencerminkan kemakmuran dan harapan akan kehidupan yang lebih baik setelah menjalani ibadah puasa.

Selain itu, ketupat juga sering dikaitkan dengan makna “ngaku lepat” atau mengakui kesalahan, selaras dengan semangat saling memaafkan saat Idul Fitri.

Ketupat biasanya disajikan bersama berbagai hidangan khas Lebaran seperti opor ayam, rendang, atau sambal goreng. Kombinasi ini menjadikan suasana makan bersama keluarga semakin hangat dan penuh kebersamaan. Tradisi menyajikan ketupat juga menjadi momen berkumpulnya keluarga, baik saat memasak, menganyam janur, maupun saat menikmatinya bersama.

Lebih dari sekadar makanan, ketupat telah menjadi simbol budaya yang memperkuat nilai silaturahmi. Di tengah kesibukan dan perbedaan, kehadiran ketupat di meja makan mengingatkan pentingnya kebersamaan dan rasa syukur.

Dengan demikian, ketupat bukan hanya hidangan khas Lebaran, tetapi juga lambang persatuan, kebersamaan, dan semangat saling memaafkan di hari yang fitri. Selamat menikmati ketupat bersama keluarga, dan mohon maaf lahir dan batin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....