Panduan Singkat Salat Tasbih untuk Jamaah yang Sedang I’tikaf
- 11 Mar 2026 08:20 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju – Bulan Ramadan menjadi momen bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah, terutama di sepuluh malam terakhir melakukan i’tikaf dengan membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, hingga melaksanakan berbagai salat sunah termasuk salat tasbih.
Salat tasbih dikenal sebagai salat sunah yang di dalamnya terdapat bacaan tasbih yang diulang sebanyak 300 kali dalam empat rakaat. Dalam pelaksanaan I’tikaf, amalan ini bertujuan untuk memperbanyak zikir kepada Allah SWT serta memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan untuk memperbanyak ibadah dan refleksi diri.
Salat tasbih dapat menjadi salah satu pilihan amalan yang mengisi malam-malam di masjid dengan lebih khusyuk.
Pelaksanaan ibadah salat tasbih dapat dikerjakan sebanyak empat rakaat, baik dengan satu salam maupun dua salam. Pada setiap rakaat, terdapat bacaan tasbih sebanyak 75 kali, sehingga totalnya mencapai 300 kali dalam satu kali pelaksanaan.
Bacaan tasbih yang dibaca adalah: Subhanallahi wal hamdulillahi wala ilaha illallahu wallahu akbar.
Urutan pelaksanaannya dimulai dengan niat salat tasbih, kemudian membaca doa iftitah dan surah Al-Fatihah dilanjutkan dengan surah pendek. Setelah itu, bacaan tasbih dibaca sebanyak 15 kali sebelum rukuk.
Saat rukuk dibaca 10 kali, setelah i’tidal 10 kali, saat sujud pertama 10 kali, duduk di antara dua sujud 10 kali, sujud kedua 10 kali dan setelah duduk sebelum berdiri ke rakaat berikutnya dibaca lagi 10 kali.
Pola ini diulang pada setiap rakaat hingga selesai empat rakaat.
Dalam pelaksanaannya saat i’tikaf, salat tasbih bisa dilakukan pada waktu malam setelah salat tarawih atau pada waktu-waktu sunyi ketika jamaah sedang memperbanyak ibadah.
Suasana masjid yang tenang sering kali membantu jamaah lebih fokus dalam berzikir dan bermunajat kepada Allah SWT.