Puasa 15 Jam saat Musim Panas, Tantangan Mahasiswa RI di Selandia Baru
- 08 Mar 2026 10:12 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju: Menjalankan ibadah puasa Ramadan di Selandia Baru memiliki tantangan tersendiri, terutama dari segi durasi waktu yang lebih panjang dibandingkan di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Akram, mahasiswa asal Pasangkayu yang saat ini tinggal di Auckland.
Akram telah tinggal di Selandia Baru sejak akhir tahun 2023. Ia datang dengan visa belajar untuk melanjutkan pendidikan S2 dan kini bekerja full time sebagai guest relation supervisor di sebuah hotel.
Ia mengungkapkan bahwa tantangan terbesar berpuasa di Selandia Baru adalah lamanya waktu menahan lapar dan haus.
"Tantangan terbesar puasa di New Zealand kayaknya yang paling utama adalah waktu puasanya yang lebih panjang. Kalau di Indonesia pada umumnya kita puasa 12 jam, sedangkan di New Zealand kita puasa sekitar 15 jam atau 15 jam lebih," jelas Akram Jenis 9 Maret 2026
Menurutnya, hal ini disebabkan oleh posisi geografis Selandia Baru yang berada jauh dari garis khatulistiwa, sehingga waktu terbenam matahari lebih lama. Kondisi ini semakin terasa karena bulan Ramadan tahun ini jatuh pada musim panas, yaitu periode Desember hingga April.
Meski menghadapi tantangan tersebut, Akram tetap menjalankan ibadah puasa dengan disiplin. Ia mengaku lebih banyak berbuka di tempat kerja karena jam kerjanya dimulai pukul 11.00 hingga pukul 20.00 waktu setempat.
"Buka puasa di New Zealand biasanya jam 8 sampai 9.15 malam. Makanan disiapkan di tempat kerja. Kalau untuk sahur sendiri, biasanya beli di luar, kadang masak sendiri. Kalau masak sendiri pun paling telur goreng, terus ikan goreng, terus ayam goreng," ceritanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....