Kenapa Muhammadiyah Sering Puasa Lebih Dulu?
- 06 Mar 2026 06:52 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Perbedaan awal puasa antara Muhammadiyah dan sebagian umat Islam di Indonesia sering terjadi hampir setiap tahun. Hal ini bukan karena perbedaan tujuan, tetapi karena perbedaan metode dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Muhammadiyah menggunakan metode hisab, yaitu perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan. Dengan metode ini, awal bulan dapat diketahui jauh hari sebelumnya melalui perhitungan ilmiah.
Dalam penentuan awal Ramadan, Muhammadiyah menggunakan kriteria hisab hakiki wujudul hilal. Artinya, jika bulan sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam, maka keesokan harinya dianggap sebagai awal bulan baru.
Karena menggunakan perhitungan astronomi, keputusan awal Ramadan biasanya sudah ditetapkan sejak jauh hari. Inilah yang sering membuat Muhammadiyah tampak memulai puasa lebih dulu dibanding sebagian kelompok lain.
Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama biasanya menggunakan metode rukyat hilal yang didukung dengan hisab. Metode rukyat berarti melihat langsung kemunculan bulan sabit pertama sebagai tanda awal bulan.
Perbedaan metode inilah yang terkadang menghasilkan tanggal yang berbeda untuk memulai puasa atau merayakan Idulfitri. Namun perbedaan ini sudah lama terjadi dan menjadi bagian dari dinamika dalam praktik ibadah di Indonesia.
Meski berbeda waktu dalam memulai puasa, tujuan semua umat Islam tetap sama yaitu menjalankan ibadah Ramadan dengan penuh keimanan.
Karena itu, perbedaan ini seharusnya disikapi dengan saling menghormati dan menjaga persatuan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....