Ramadan Momentum Perkuat Nilai Spiritual Diri

  • 28 Feb 2026 01:02 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID,Mamuju– Bulan Ramadan tidak sekadar dimaknai sebagai kewajiban menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi momentum memperkuat nilai-nilai spiritual dalam diri. Lapar dalam puasa dipahami sebagai sarana pengendalian nafsu dan pembentukan karakter.

Hal tersebut disampaikan Dr. Nursalim Ismail, Pengasuh Pondok pesantren Ikhyaul Ulum Baruga Majene, dalam program Pappasang Malaqbi RRI. Ia menegaskan bahwa puasa memiliki dimensi universal sebagai latihan rohani dan ketahanan diri.

“Jangan dikira hanya Islam yang mengenal puasa, agama lain juga memiliki tradisi menahan diri sebagai latihan spiritual.”Ungkap Nursalim Ismail Jumat,27 Februari 2026.

Menurutnya, rasa lapar adalah bahasa spiritual yang melatih manusia untuk mampu mengendalikan keinginan. Tanpa kemampuan mengontrol nafsu, seseorang akan sulit menjaga konsistensi ibadah dan integritas diri.

Ia juga mengingatkan bahwa waktu terus berjalan dan tidak pernah kembali, sehingga Ramadan harus dimanfaatkan secara maksimal. Momentum ini menjadi ruang refleksi untuk memperbaiki kualitas iman dan akhlak.

“Ciri orang berkarakter dan sukses adalah berani berkata tidak pada hal yang bukan prioritasnya.” ungkap Nursalim.

Nursalim menambahkan, puasa merupakan latihan ketahanan mental agar terbiasa menolak hal-hal yang dilarang. Keberanian mengatakan tidak terhadap godaan menjadi fondasi terbentuknya pribadi yang berprinsip dan seimbang dalam kehidupan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....