Apa yang Terjadi dalam Tubuh saat Berpuasa?
- 25 Feb 2026 14:59 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Berpuasa bukan sekadar menahan lapar dan haus tetapi juga sebuah proses alami yang memengaruhi banyak sistem di dalam tubuh.
Selama kurang lebih belasan jam tanpa asupan makanan dan minuman, tubuh melakukan berbagai penyesuaian untuk tetap menjaga keseimbangan energi dan fungsi organ tetap berjalan dengan baik.
Saat cadangan energi dari makanan tidak lagi tersedia, tubuh mulai beralih menggunakan simpanan yang ada. Proses inilah yang membuat puasa sering dikaitkan dengan manfaat kesehatan, seperti membantu metabolisme lebih teratur hingga memberi kesempatan bagi sistem pencernaan untuk beristirahat.
Meski demikian, perubahan ini terjadi secara bertahap dan melibatkan mekanisme yang cukup kompleks.
| Baca juga: Kenapa Kurma Dianjurkan saat Berbuka? |
Mari mengenal lebih jauh apa saja yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh saat berpuasa, sehingga kita bisa menjalani ibadah puasa dengan lebih bijak dan memahami bagaimana tubuh bekerja menjaga keseimbangan selama menahan makan dan minum.
1. Autofagi (Lambung dan Usus)
Saat puasa minimal 12 -16 jam, tubuh memulai proses autofagi atau memakan diri sendiri. Autofagi sendiri berasal dari Bahasa Yunani. Ini adalah kondisi di mana sel-sel tubuh memakan bagian sel yang rusak atau tidak berfungsi untuk di daur ulang menjadi sel baru yang sehat.
2. Ketosis (Otak dan Lemak)
Saat cadangan gula atau glikogen di hati habis, tubuh beralih membakar lemak dan menghasilkan keton. Keton adalah bahan bakar super bagi otak yang bisa meningkatkan fungsi kognitif dan fokus. Inilah alasan mengapa setelah melawati pusing pada kepala orang berpuasa justru merasa lebih jernih pikirannya.
3. Sensitivitas Insulin (Pankreas)
Puasa menurunkan kadar insulin secara drastis. Hal ini membantu sel-sel tubuh menjadi lebih sensitif terhadap insulin Kembali, yang sangat efektif untuk mencegah serta membantu pemulihan Pre-diabetes dan Diabetes tipe 2.
4. Detoksifikasi Hati
| Baca juga: Amalan Istimewa di Waktu Sahur Ramadan |
Hati memang berfungsi mengolah asam lemak menjadi energi saat asupan karbohidrat berhenti. Namun saat berbuka puasa tidak makan berlebihan atau binge eating agar hati tidak kaget dan malah menjadi menumpuk lemak baru
Memahami apa yang terjadi dalam tubuh saat berpuasa membantu kita lebih bijak dalam menjaga pola makan saat sahur dan berbuka, mencukupi kebutuhan cairan, serta mengatur aktivitas harian.
Dengan pola yang seimbang dan gaya hidup yang sehat, puasa tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga dapat memberikan manfaat positif bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Berbukalah dengan air putih dan kurma untuk membantu organum bangun dari istirahatnya dengan lembut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....