Renungan Ramadan: Puasa Membentuk Disiplin dan Ketakwaan
- 19 Feb 2026 11:47 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju – Ibadah puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi sarana pembentukan karakter dan kedisiplinan diri. Dalam bahasa Arab, puasa disebut ash-shiyam yang berarti menahan diri dari hal-hal yang dibolehkan demi ketaatan kepada Allah SWT.
Materi ini disampaikan Ustaz Syamsul Alam Arsyad Penyulih Agama Islam Kemenag Mamuju saat rekaman paket Renungan Ramadan 1447 Hijriah di RRI Mamuju. Program ini disiarkan setiap hari menjelang berbuka puasa melalui FM 96 MHz, FM 97 MHz, dan 100,2 MHz, serta dapat diakses melalui streaming di rri.co.id dan aplikasi RRI Digital.
Mengutif Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 183 ditegaskan bahwa puasa diwajibkan agar umat Islam menjadi pribadi yang bertakwa. Ketakwaan tersebut tercermin dalam ketaatan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
“Puasa adalah momentum untuk meninggikan dan menegakkan kedisiplinan dalam diri, karena orang yang bertakwa adalah orang yang taat pada aturan Allah,” ujar Ustaz Syamsul Alam Arsyad,Kamis,19 Februari 2026.
Ia menjelaskan, kedisiplinan puasa dimulai sejak sahur hingga waktu berbuka, termasuk menahan diri dari hal-hal kecil yang sebenarnya halal. Latihan ini membentuk kesadaran bahwa setiap aktivitas memiliki batas dan aturan yang harus dipatuhi.
Tidak hanya menahan makan dan minum, puasa juga mendidik umat untuk menjaga lisan, pandangan, serta pendengaran. Tanpa kedisiplinan dalam menjaga diri, nilai ibadah puasa bisa berkurang bahkan hilang.
Melalui pendidikan spiritual selama 30 hari, Ramadan diharapkan melahirkan pribadi Muslim yang lebih disiplin dan bertanggung jawab. Nilai-nilai tersebut tidak hanya diterapkan dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan pekerjaan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....